Kutulis Syukurku

Terima kasih, Tuhanku.
Engkau tak pernah salah mengajariku,
Engkau tak pernah salah menulis kisahku,
Kisah yang membuat aku seperti apa adanya aku.

Aku bersyukur walau terkadang aku marah,
Marah pada kisahku sendiri,
Aku bersyukur walau terkadang aku benci,
Benci pada ceritaku sendiri.

Tapi seperti apa adanya aku,
Aku tahu Engkau tak akan pernah salah.
Engkau membentukku dengan keinginan-MU.
Engkau membuatku ada sebagaimana adanya aku.

Engkau melewatkan semua yang tak pantas aku dapatkan,
Engkau menjadikannya itu sebagai sesuatu yang tak ada gunanya.
Aku tak pernah sadar akan hal itu,
Sampai tepat dimana aku pasti akan benar-benar sadar.

Saat ini, Tuhanku.
Aku terasa ingin untuk menulis sumpahku,
Aku terasa ingin membuatnya,
Bahwa aku tak menginginkan apa yang paling aku inginkan.

Agar apa yang aku inginkan tahu,
Bahwa aku terkadang bisa tak menginginkan apa yang paling aku harapkan.

Sungguh, Aku bersyukur, Tuhanku.
Aku sungguh bersyukur,
Sampai napas ini berakhir,
Aku sangat dan sangat akan merasa bersyukur.

Sekalipun apa yang paling aku inginkan aku lupakan,
Aku sudah memilikinya sekarang.
Terima kasih, Tuhanku,
Terima kasih untuk kehidupan yang Engkau berikan padaku,
Kehidupan yang lebih berarti daripada segalanya.

Aku tahu itu,
Engkau pun tahu itu,
Sebab jika tidak,
Aku pasti akan mengatakannya sekarang.

Terima kasih, Tuhanku.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.