Mengubah Pola Dalam Berpikir

Kali ini aku ingin menulis sesuatu tentang mengubah sebuah pola dalam berpikir, aku tidak tahu apakah ini catatan penting untuk diingat atau tidak, yang jelas inilah masa-masa dimana aku harus menulis banyak catatan, karena banyak juga yang terpikirkan ketika aku telah sampai di masa-masa seperti ini.

Mengubah Pola Dalam Berpikir

Hari ini aku duduk disini, sama seperti biasa, laptop adalah sahabat terbaik untukku saat ini, karena semuanya dapat ia tawarkan kepadaku, tinggal bagaimana aku yang mengelola semua yang ia tawarkan tersebut, agar yang baik akan selalu diingat dan yang buruk jangan sampai untuk diingat.

Karena waktu sidang program terus mendekat, aku terkadang berpikir untuk mencoba mengolah sebuah pola yang ada dalam pikiranku. yah, aku mencoba untuk memperlambat waktu. bagaimana caranya? mungkin ini tidak masuk akal, tapi aku belajar bagaimana cara untuk membuat waktuku terasa sedikit lambat dan aku dapat melakukan sesuatu dengan cepat, agar semuanya dapat terselesaikan.

Aku duduk tanpa memikirkan yang didepan, aku melakukan sesuatu tanpa mengingat sesuatu itu sendiri. Aku memulai, memulai dan terus memulai, waktu adalah sahabat karibku, menit dan detiknya jam adalah teman seperjuanganku, aku berusaha untuk bersahabat dengan mereka, secara perlahan pikirku dan jariku melakukan banyak hal dengan cepat, tapi disamping itu, aku terus bersahabat dengan menit dan detiknya waktu.

Perlahan demi perlahan, waktu terasa tidak terlalu cepat, aku sudah tidak terlalu khawatir akan apa yang ada didepan, karena ketika aku berpikir bahwa aku telah bersahabat dengan waktu dan telah berhasil membuatnya terasa sedikit lambat, disitulah aku merasa bahwa semuanya dapat terselesaikan tepat sebelum waktu itu datang.

Yah, mungkin itulah hal terbaik yang saat ini aku lakukan dan aku bersyukur, akhirnya aku berhasil untuk mengetahui sesuatu yang sampai sekarang aku tidak mengetahuinya, tapi yang jelas, aku rasa lega sekali saat ini, walaupun kalau bisa dibilang, tugasnya itu sudah seperti yah, seperti, seperti lah dan sudah seperti itu.

Sebelum aku mengenal hal ini, aku punya banyak waktu, banyak sekali, saking banyaknya, aku terlalu santai tanpa memperhatikan waktuku yang banyak yang secara perlahan berkurang dan terus  berkurang.

Semakin sedikit waktu yang aku miliki (katanya), aku semakin khawatir, walaupun aku tahu saat itu bahwa kekhawatiran tidak akan sedikitpun memebantu aku menyelesaikan semua permasalahannku, akan tetapi aku g’ tahu kenapa, aku senang melakukannya, padahal aku tahu, dengan menjadi orang yang khawatir, aku telah mendatangkan lebih banyak lagi kekhawatiran dalam hidupku sendiri.

Bangun dan bergegaslah, itulah yang aku pikirkan, karena kalau bukan sekarang aku belajar sesuatu dari perjalanan hidup ini, maka kapan lagi aku dapat memiliki kesempatan seperti ini.

Yah, akhirnya aku terbangun dan sampai sekarang aku sudah sadar dan semoga kesadaranku ini tidak hanya sebagai sebuah kesadaran tanpa sadar, tapi memang inilah sadar yang berada dibawah sebuah tingkat kesadarank.

Terima kasih untuk catatan hari ini.

Semangat, Script Sweet.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.