Mujizat Itu Nyata

Kali ini aku ingin menulis tetang Mujizat itu nyata. Ini adalah catatan kehidupanku, apa yang terjadi setelah atau sesudah waktu dimana aku mengatakan bahwa semua pasti berakhir tapi diwaktu yang sama aku selalu berpikir untuk selalu menilai semuanya secara positif.

Mujizat Itu Nyata – Jakarta 5 Juli 2017

Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, sehingga aku pernah menulis artikel tentang Mujizat atau Anugerah yang akan diberikan kepadaku oleh Tuhan yang aku percayai kepada ku, apakah yang diberikan itu adalah sebuah Mujizat atau merupakan sebuah Anugerah.

Seiring berjalannya waktu, aku menilai sisi kehidupan ini sepertinya semakin sempit, karena peluang yang ada terasa seperti sudah tidak dapat untuk digunakan lagi, tapi disaat yang sama aku masih percaya sama Orang Terbaik yang masih dititipkan Tuhan untuk menjadi bagian dalam sedikit menit detik hidupku.

Sehingga setelah semuanya berlalu, aku terasa seperti mendapatkan sebuah Anugerah dalam kehidupanku, karena mata kuliahku yang pertama tidak lulus, dan aku tahu, kelulusan dari mata kuliah inilah yang menentukan apakah aku bisa sidang akhir atau tidak. yah, mungkin seperti itu.

Tapi tidak sampai disitu saja, setelah waktu berjalan satu hari kemudian, tepat pada saat hari ulang tahun ku, nilai dari mata kuliah yang lainnya keluar kembali, dan ternyata nilai tersebut memberikan hasil sama, menunjukkan bahwa yang diberikan Tuhan kepadaku ialah Anugerah, bukan sebuah Mujizat.

Mujizat yang aku harapkan terjadi ialah mata kuliah yang aku ambil dapat lulus, hingga akhirnya aku bisa melanjutkan ke Sidang Akhir pada tanggal 10 Juli 2017, dan

Anugerah ialah sesuatu yang akan terjadi karena nilaiku tidak terlalu baik dan ketika aku tidak lulus, aku namakan itu anugerah.

Setelah itu, karena aku mendapatkan sebuah anugerah tepat pada hari ulang tahunku, aku sempat bertanya kepada Tuhan ku.

“Apakah ini hadiah ulang tahun yang diberikan untukku?”.

Aku tahu, mungkin ini sangat berat untuk seorang manusia seperti aku yang masih terus untuk belajar tentang sebuah rasa yang disebut syukur dan tentang sebuah kepercayaan yang mungkin bisa disebut sebagai sebuah iman.

Yah, aku tahu bahwa inilah kesempatan untuk belajar bagaimana cara bersyukur yang sesungguhnya,

Karena Syukur yang sesungguhnya ialah sebuah ungkapan terima kasih pada waktu dimana kata terima kasih tidak seharusnya diungkapkan akan tetapi harus tetap dilakukan.

Satu yang aku ketahui ketika semua mata kuliahku berakhir dengan memberikan nilai yang tak memuaskan ialah:

Aku punya Tuhan, aku percaya pada-NYA.
Ia tidak mungkin memberikan sebuah masalah,
yang jauh melebihi batas kemampuanku.

IA mengasihiku,
itulah sebabnya aku dapat hidup seperti ini,
hidup yang terkadang aku anggap berbeda,
karena aku merasa bahwa aku adalah hidup.

Aku tahu,
semua yang diberikan tidak pernah salah,
apapun itu,
aku hanya bisa berdoa saat ini,
aku butuh kekuatan dari-NYA,
karena aku lemah,
sebab aku manusia.

Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan,
disaat semuanya telah menyerah kepadaku.
yang aku tahu pada saat itu ialah,
Tuhan sedang ada bersama-sama denganku.

Karena masalah ini begitu berat,
Tuhan tidak mungkin memberikan masalah ini kepadaku,
setelah itu meninggalkanku begitu saja.

IA berharap aku memohon padanya,
IA menungguku, dan aku tahu itu,
tahu sebagai bagian dari kepercayaanku, dan
semuanya aku hanya bisa serahkan Pada-NYA.

Jujur, hal tersakit, iman sedikit tergoncang ialah pada saat dimana engkau meminta sebuah hadiah ulang tahun kepada Tuhan agar diberikan yang terbaik, tapi tak sejalan dengan yang engkau harapkan, itulah yang aku rasakan tepat pada saat hari ulang tahunku.

Tapi aku berusaha untu tetap bersyukur,
berdoa adalah cara terbaik untukku,
untuk mengalahkan iblis yang menungguku,
untuk menyalahkan Tuhan ku.

Aku tidak mungkin menyalahkan Tuhan ku,
aku mengatakan hal itu kepada iblis,
aku tidak tahu, apakah ia mendengarnya atau tidak,
yang jelas itu yang aku katakan.

Karena aku tahu satu hal beradasarkan imanku pada saat itu ialah Tuhan ada bersama-sama dengan ku, aku tahu itu karena aku percaya kepada-NYA. sungguh, hari itu adalah hari yang sedikit berat untukku, walaupun akhirnya aku bisa melewatinya.

Hingga sampai pada hari ini, aku hanya bisa berdoa, semoga semua yang baik dapat terjadi.

Keputusan akhirku ialah jika memang semua ini memang harus terjadi, maka biarlah semua itu terjadi bukan karena kehendakku, tapi karena kehendak Tuhan.  Aku sudah menyerahkan semuanya kepada-NYA, kepada IA yang ESA yang aku percayai.

Jika berakhir seperti ini, maka aku akan pulang, itulah yang terpikirkan olehku,
Jika harus berakhir dengan baik, maka aku juga pasti akan pulang.

Semua keputusan yang menentukan kepulanganku.

Jika berakhir seperti ini, maka aku akan pulang dan mengakhiri semua kisah pendidikanku.

Sedikit aku merenung dan sedikit menyakitkan hatiku ialah sejak 7 tahun aku sekolah, hingga tepat 24 tahun atau kurang lebih 17 tahun aku berada di bangku pendidikan, masa semuanya harus berakhir karena hal ini, tapi sedikitpun tidak mengubah pendirianku, karena satu dariku, baik tidak baik, itulah yang terbaik dan baik tidak baik, aku tetap harus pulang.

Setelah itu aku hanya berharap dan terus berharap.

Mananamkan kepercayaanku kepada Tuhan yang aku percayai dan yang terpikirkan olehku ialah:

“Jika langit dan bumi yang begitu besar dapat jadi oleh karena kekuasaan-NYA yang begitu besar pula, terlebih lagi dengan masalahku yang kecil ini, sungguh tidak ada apa-apanya.”

Yah, semua memang terjadi seperti itu, hingga akhirnya ketika tepat pada waktu pagi tadi, aku memiliki kesempatan yang begitu indah yang dititipkan oleh Tuhan ku kepada orang terbaik yang ada ditempat dimana aku kuliah untuk dapat memulainya sebelum masuk ke sidang akhir.

Yah, sebuah kesempatan untuk mengubah nilai yang sudah masuk.

Aku tidak tahu banyak hal tentang semuanya itu, tapi aku percaya satu hal:

Tuhan ku mencobai aku dan kepercayaanku tepat pada hari ulang tahunku,
dan memberikan hadiah kepadaku tepat pada saat aku telah dicobai.

Aku bersyukur, karena IA telah memberikan sebuah Mujizat yang begitu berarti dalam hidupku,
dan aku tahu satu hal, IA punya maksud mengapa hal ini harus terjadi, dan hanya IA sendiri yang tahu maksud itu.

Inilah catatan kehidupanku,

Tepat pada saat aku mau memasuki garis finish,
saat dimana satu langkah terakhir harus aku lakukan,
agar aku tahu bahwa aku telah sampai ke garis finish.

Setelah satu kakiku diangkat dan mau menginjak pada garis finish,
aku ditembak tepat pada hati dan pikiranku untuk membunuh karakterku,
tapi diwaktu yang sama, akhirnya aku tahu bahwa aku tak sempat mati,
ada yang membantuku dan aku percaya, bantuan itu dikirim oleh Tuhan ku untukku.

walaupun aku tahu bahwa semuanya masih harus terus berlanjut,
tapi setidaknnya itu cukup, karena aku masih bisa melanjutkannya.

Terima kasih, catatan ini adalah catatan kesaksian betapa baiknya Tuhan untuk diriku,
kasih dan penyertaan yang IA berikan kepadaku tak pernah ada hentinya.

Aku merasakan kasih dan penyertaannya dari setiap jalan atau lorong kehidupan,
yang aku lewati pada saat dimana aku berada.

Dan juga catatan ini merupakan catatan yang akan mengingatkanku seumur hidupku akan Orang yang baik ini, dan kemanapun aku pergi, dimanapun aku berada, Orang yang baik ini tak akan pernah terlupakan selama masaku ada, dimana pun itu aku berada. Sampai selama-lamanya.

Sekian dan salam buat catatan kehidupan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.