Penawaran Yang Indah

Kali ini aku menulis tentang penawaran yang indah, sebagai catatan kehidupan yang pernah aku alami atau dapat dikatakan yang pernah terjadi dalam kehidupan ini.

Penawaran Yang Indah – Jakarta, 27 Januari 2017

Aku pernah membuat sebuah keputusan untuk merubah hidup ini 360 derajat, sebelum semuanya kembali lagi seperti semula. Yah, itu adalah keputusan yang pernah aku buat, bahkan aku sudah meminta kepada Tuan ku untuk dapat mengajariku bagaimana cara untuk tetap berada pada jalan yang IA tentukan untukku, karena aku tahu, aku sendiri tak mampu jika hanya mengandalkan kekuatan manusiaku.

Seiring berjalannya waktu, aku sudah semakin terbiasa dengan apa yang aku lakukan, semuanya mudah, seperti apa yang pernah aku tuliskan, hingga akhirnya, kebiasaanku itu datang kembali, seolah-olah memaksaku dan ia tak mau sedikitpun mengijinkanku untuk menantangnya.

Aku terbawa arus, walaupun aku tidak sempat untuk tenggelam, tapi pada kenyataannya aku telah melawan semua yang telah atau pernah aku katakan.

Aku telah berdosa kepada Tuan ku,

Tuan ku mungkin kini telah muak padaku.

Telah bosan mendengar tangis taubatku,

dan telah murka dengan semua kata-kata munafikku.

Setelah semuanya berakhir, aku sadar kembali, penawaran yang masih sempat tidak ada padaku, kini telah datang kembali, hingga akhirnya aku memutuskan untuk berjanji seumur hidupku agar bisa belajar dan tidak menantang dari kemauan Tuan ku.

tapi apakah Tuan ku masih mengasihiku?

aku sama sekali tidak mengetahuinya, yang jelas, yang aku tahu ialah Tuan ku itu baik adanya, yang tak pernah sedetikpun meninggalkanku, walaupun aku sendiri tidak menuruti semua yang mungkin IA harapkan.

Ia selalu ada untukku.

Selalu memberikan apa yang aku butuhku.

Karena jujur, “Aku tidak memiliki sebatang emas, tapi disaat aku membutuhkannya, aku selalu bisa memilikinya”. dan aku percaya, itu semua karena kebaikan Tuan ku yang tak pernah hilang daripadaku.

Setelah itu, beberapa hari kemudian HP yang kugunakan jatuh lagi, hingga akhirnya layarnya sedikit retak. Karena penasaran, aku mencoba untuk memaksakan membuka layar hp tersebut, dan akhirnya layarnya makin tambah retak, bukannya baik malah tambah parah.

Layarnya sekarang tidak dapat digunakan, aku hanya berpikir bahwa semuanya pasti ada baiknya (Anggap saja itu buang sial). yah, mungkin seperti itu, hingga akhirnya dengan secara perlahan aku hanya bisa mengucapkan kata terima kasih.

Yah, aku percaya semua yang terjadi ini tidak hanya sekedar terjadi begitu saja, akan tetapi ia punya maksud dan tujuan tersendiri, mengapa hal tersebut bisa terjadi. yah, aku berusaha untuk bersyukur pada waktu itu, walaupun aku sempat berpikir bahwa aku ingin membantingnya hingga hancur, karena telah membuatku kesal, tapi aku berusaha untuk membuat emosiku redah dan selalu untuk berpikir atau mengambil hal positif dari semua kejadian yang telah terjadi.

Yah, aku tahu, semuanya itu pasti ada positifnya, dan aku langsung mengatakan terima kasih, sebagai sebuah respon untuk semesta bahwa aku telah menerima hal tersebut, hingga akhirnya hal tersebut tidak akan terjadi lagi di lain waktu ( kesialan lain tidak terjadi lagi di lain waktu ).

Setelah semuanya berakhir, aku yang biasanya susah untuk tertidur, diakibatkan adanya koneksi internet dari hp, kini waktu tidur menjadi lebih cepat, karena tidak ada alasan untuk begadang. yah, mungkin seperti itu.

Hingga akhirnya terpikirkan olehku bahwa aku harus mencari sesuatu yang bisa mengontrol hpku ini dengan menggunakan pc, dan akhirnya apa yang aku pikirkan ini, ternyata sudah ada yang pernah berpikir tentang hal tersebut, hingga akhirnya saya tinggal mencari dan mendownload serta menggunakan hpku untuk sementara, walaupun tidak menggunakan hp alias mengontrol dari pc.

Yah, semua ada baiknya.

Dan pada malam yang sama, Tuan ku hadir kembali, tapi mungkin ini karena kekesalan-NYA terhadapku, sehingga sesuatu yang tak pantas aku lakukan dihadapannya, aku lakukan itu, dan aku telah berdosa, sungguh ini adalah catatan kehidupanku tentang dosa terbesarku terhadap Tuan ku, agar aku dapat mengingatnya dilain waktu, bahwa aku pernah melakukan dosa terbesar terhadap Tuan ku.

Sekian dan salam buat catatanku.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.