Penglihatan

Kali ini aku ingin menulis tentang penglihatan, bukan tetang penglihatan normal, karena semua orang dapat melakukannya, akan tetapi penglihatan yang bukan penglihatan. Aku tidak terlalu tahu apa ini, tapi aku ingin menuliskannya sebagai cerita kehidupan yang pernah aku lewati atau lalui.

Penglihatan – Jakarta, 7 Maret 2019

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya hari senin minggu lalu, bukan minggu tapi minggu lalu (“Jakarta, 25 Februari 2019”), aku melalui yang namanya penglihatan. Biasanya penglihatan itu melalui mimpi, tapi kali ini bukan mimpi, tapi penglihatan melalui mata ketiga.

Ya, mungkin seperti itu. Aku tidak tahu darimana harus menjelaskannya, tapi ketika kita melihat sesuatu dengan menggunakan mata ketiga adalah saat dimana kita menutup kedua mata dan kita tidak tertidur, namun kita melihat sesuatu seolah-olah kita bermimpi, tapi kita tidak bermimpi. Ya, kita melihat sesuatu seperti biasanya kita sedang menatap sesuatu dalam dunia nyata.

Hal itu aku dapatkan ketika senin lalu, tepatnya malam sebelum aku tertidur dan aku memang tidak atau belum tidur pada waktu itu.

Ketika aku menutup mataku, seolah-olah mata ketigaku terbuka, mata yang katanya orang berada diantara alis mata dan dari mata inilah aku melihat sesuatu yang sedang beraktivitas. Ya, itulah yang terjadi dan seperti itulah kenyataannya.

Aku melihat ada sebuah tanah yang datar tanpa pepohonan dan terlihat banyak sekali orang disana yang tidak berpakaian, terlihatnya dari atas, bukan dari bawah atau dari samping. Ya, kira-kira jarakku adalah ratusan meter diatas mereka.

Aku tidak tahu mereka itu laki-laki atau perempuan, tapi yang jelas mereka ini ada banyak sekali, ada yang tertidur, ada yang duduk, ada yang berdiri dan ada yang melompat kesana dan kemari, pokoknya terlihat banyak sekali orang.

Mereka terlihat tidak tenang atau sedang mengkhawatirkan sesuatu, karena seperti lagi gelisah, baik yang lagi tertidur, lagi duduk, lagi berdiri apalagi yang lagi melompat kesana kemari.

Tanah yang mereka tempat kering dan kosong, tidak ada satupun tumbuhan di sana, air juga tidak terlihat. Warna tanahnya agak kemerahan seperti tanah pada musim kemarau.

Pertama kali aku melalui penglihatan ini, aku langsung membuka mataku, karena memang aku sadar dan belum tertidur, setelah itu aku mencoba lagi untuk menutup mataku yang kedua kali dan seperti itu lagi yang aku lihat.

Aku mencoba untuk mengalihkan padanganku ke tempat yang lain, tapi ternyata sama, aku mendapatkan atau melihat sesuatu seperti itu. Aku tidak tahu itu apa dan makna atau artinya apa, tapi aku selalu berharap dalam Nama TUHAN YESUS, semuanya baik adanya seturut dan sesuai dengan kehendak Tuhan.

Ya, itulah yang terjadi dan seperti itulah penglihatan pertamaku dalam dunia nyataku dengan menggunakan mata ketiga yang secara sendirinya terbuka dan menunjukkan sesuatu itu kepadaku.

Sekian dan salam untuk cerita atau catatan kehidupan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.