Pertanyaan Dan Jawaban Dalam Diam

Kali ini aku ingin mencatat sebuah catatan yang menurutku perlu untuk dicatat padamu blog. yah, catatan ini adalah pertanyaan dan jawaban dalam diamnya diri ini. mungkin tidak terlalu penting, tapi bagiku, itu bukanlah yang terpenting, karena yang terpenting adalah biar dindingmu tidak terlalu sepih oleh tulisanku.

Pertanyaan dan Jawaban dalam Diam

Dalam diamnya diri ini, aku menemukan sebuah pertanyaan yang memang dapat dikatakan masuk dalam akal yang sehat. mungkin seperti itu, pertanyaan dan perumpamaan yang sedikit sederhana tapi ada benarnya juga dalam kehidupan ini.

yah, itulah pertanyaan dan jawaban dalam diam.

Pertanyaannya itu sangat sederhana, yaitu:

“Jika anda membangun sesuatu dengan susah payah, apakah anda ingin menghancurkannya?”

Mungkin bisa saja, tapi itu pasti dengan keadaan terpaksa, yah, mungkin saja. tapi menurut saya, besar kemungkinan untuk anda lebih memilih dalam menjaga apa yang telah anda bangun tersebut daripada kemungkinan untuk menghancurkannya. mungkin seperti itu.

“Jika seseorang membangun sesuatu dengan susah payah, apakah anda ingin menghancurkannya?”

Jawabannya tentu saja bisa ya dan tidak, tapi besar kemungkinan jika anda disuruh untuk menghancurkannya, pasti dengan ringan hati anda dapat melakukannnya, karena anda tidak merasakan betapa sulitnya membangun sesuatu yang memang sulit untuk dibangun.

Yah, itulah kisah yang dapat dikaitkan dengan cerita yang sering terjadi ditengah-tengah kehidupan.

Banyak orang yang berusaha untuk menyempurnakan dirinya, agar bisa mendapatkan yang namanya kesempurnaan, tapi ternyata mereka salah, karena yang sebenarnya terjadi memang terkadang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. yah, mereka berusaha menyempurnakan diri untuk mendapatkan kesempurnaan, tapi yang mereka dapat pada kenyataannya adalah bukan kesempurnaan, melainkan kehancuran.

mengapa demikian? lihat kembali pada 2 pertanyaan dan jawaban yang diatas.

Itulah hidup, hidup yang benar-benar sempurnya, walaupun terkadang sebagai manusia, kita memanggap bahwa itu adalah sesuatu yang bukan merupakan kesempurnaan. ( Perspektif yang salah ).

Terus, sekarang bagaimana untuk mendapatkan kesempurnaan itu sendiri?

Jika ingin mendapatkan kesempurnaan, maka buatlah diri tidak sempurna, maka dengan sendirinya kesempurnaan itu akan datang.

Sama halnya seperti 2 pertanyaan diatas, jika anda membiarkan diri anda apa adanya tanpa ada yang bisa melihat, mungkin itu adalah sesuatu yang terburuk, tapi menurut saya itulah sesuatu yang paling baik yang pernah ada.

Mengapa demikian?

Jika anda tidak sesempurna harapan orang, maka suatu saat jika ada yang datang kepada anda dan berusaha menyempurnakan anda, maka anda akan menjadi sempurna oleh buatan orang tersebut, sehingga dengan berat hati pasti ia akan sulit untuk memikirkan hal-hal dalam menghancurkanmu, karena memang benar, bahwa ia yang membangunnya, jadi tidak mungkin ia akan menghancurkannya.

Mungkin pasti ada, tapi sama seperti jawaban yang diatas ialah ia pasti akan dengan berat hati untuk melakukannya.

Itulah kehidupan, karena semuanya sempurna adanya, walaupun dalam ketidak sempurnaan sekalipun. hidup yang sangat adil jika dipikirkan dan dibayangkan.

Yah, mungkin seperti itu. dan catatan terakhir ialah:

“Hidup itu seperti pertanyaan dan jawaban, karena dalam hidup pasti ada pertanyaan dan dalam pertanyaan pasti ada jawaban”.

Oleh sebab itu, jika ada yang datang padamu, maka saya yakin pasti ia memiliki pertanyaan atasmu, baik secara langsung maupun tak langsung, yah, dan itu pasti. oleh sebab itu, jangan pernah cepat untuk memberikan jawaban, apapun itu, karena ketika ia telah mendapatkan jawaban, maka ia akan pergi untuk meninggalkanmu dan membuat pertanyaan
lain untuk jawaban yang lain.

dan jika anda belum memberikan jawaban, pasti akan muncul lagi pertanyaan yang lain, yaitu mengapa jawaban itu tidak dengan cepat datang padannya, sehingga ia akan menghabiskan hidupnya bersamamu, karena banyaknya pertanyaan yang masih tersimpan dan terbuat untukmu yang siap untuk menunggu jawaban darimu sampai akhir dimana napas meninggalkan tubuh dan mata menutup kehidupan.

Sekian dan salam buat catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.