Positive Thinking

Kali ini aku ingin menulis sebuah catatan tentang Postive Thinking. Aku tidak tahu apakah ini penting atau tidak, tapi itu bukanlah hal terpenting, karena yang terpenting adalah aku dapat menulisnya pada Blog ini. Ya, mungkin itulah yang paling penting saat ini.

Positive Thinking – Jakarta, 11 September 2018

Aku tidak terlalu tahu arti sesungguhnya dari Postive Thinking, tapi ketika aku berbicara atau berpikir tentang Postive Thinking, maka ini berkaitan dengan sesuatu yang baik, yang ada hubungannya dengan kebaikan, kebahagiaan, penuh syukur dan semua tentang itu.

Jika aku dapat mengibaratkannya Positive Thinking ini, maka Positive Thinking itu sama seperti siang yang terang atau pagi penuh harapan.

Mengapa Aku Harus Berpikir Positif?

Aku tidak tahu alasan yang tepat, tapi jika dapat disamakan dengan perumpamaan di atas, tentu aku lebih mau untuk memilih Siang yang terang atau Pagi penuh harapan (“Positive Thinking”) dari pada malam yang gelap (“Negative Thinking”) yang tidak dapat aku temukan, jika ada sesuatu yang ingin aku temukan di dalamnya.

Positive Thinking juga dapat disamakan seperti seorang petani yang ingin menghasilkan jagung. Positive thinking sama seperti hal tersebut, dimana jika petani tersebut ingin menghasilkan jagung, maka yang harus ia tanam ialah jagung. Jika aku ingin mendapatkan hal-hal yang positve, maka aku harus bisa memancarkan hal-hal yang postive juga (“Positve Thinking”).

Positive Thinking Seperti Apa Yang Aku Maksudkan?

Positive Thinking yang aku maksudkan disini ialah Postive Thinking pada apa yang belum aku ketahui hasilnya. Jadi, jika aku sudah mengetahui hasilnya, maka itu tidak berlaku, cukup hanya buat Positive Thinking yang lainnya.

Contoh:

Aku sudah tahu bahwa jika ditembak pake pistol yang ada pelurunya, aku bakalan mati. Tapi aku pergi dan berkata kepada seseorang yang memegang pistol tersebut dan mengatakan bahwa tembaklah aku, karena aku berpikir positive kalau aku tidak akan mati.

Tidak, itu bukan positive thinking yang aku maksudkan karena itu namanya bunuh diri. Kecuali jika aku sudah benar-benar beriman, maka mungkin aku dapat mencobanya untuk mencobai imanku, sudah seberapa besar iman yang aku miliki. Karena Iman itu sudah sesuatu yang berada di atas dari Positive Thinking.

Ya, mungkin itulah Positive Thinking yang aku maksudkan.

Bagaimana Jika Aku Telah Berpikir Positif, Tapi Yang Aku Dapat Adalah Negatif?

Aku tidak tahu harus mulai dari mana untuk menjelaskan hal ini, tapi jika aku telah berpikir positif dan yang aku dapat adalah sesuatu yang negatif, maka aku menganggap bahwa itu adalah hal yang positif yang perlu dan harus terjadi dalam kehidupanku, karena satu yang aku ketahui ialah:

“Aku hanya bisa menentukan mana yang aku inginkan, tapi Tuhan lebih tahu mana yang terbaik untukku”.

Aku percaya pada takdir, menurutku: “Takdir adalah sesuatu yang telah terjadi”. Jadi, apapun yang telah terjadi, maka itu adalah takdir yang telah dituliskan atau yang telah digariskan ke dalam kehidupan ini, tidak ada seorang pun yang dapat membantahnya. Setiap kali dalam beberapa artikel, aku sering mengatakan bahwa:

“Takdir tak pernah salah untuk ditulis. Semua yang terjadi tidak pernah terjadi begitu saja, semua punya alasan yang pasti, kenapa itu harus terjadi. Baik dan buruknya itu, itulah yang terbaik. Kebaikannya itu akan ditemukan dikemudian hari”. – Itulah yang aku ketahui

Jika dapat diceritakan dengan perumpamaan, maka sama seperti perumpamaan di awal cerita, ketika aku mencoba untuk membandingkan antara Postive Thinking dan Negative Thinking yang aku umpamakan seperti Siang dan malam atau terang dan gelap.

Hari tak akan selamanya terang dan perlu juga diingat bahwa malam tak akan selamanya bertahan.

Semua diciptakan itu tidak pernah diciptakan begitu saja, semuanya punya alasan kenapa hal tersebut diciptakan. Tinggal bagaimana kita sebagai manusia dapat menilai semuanya itu dan menjadikan pelajaran dari apa yang telah diciptakan untuk kita nikmati.

Contoh sederhana dapat ditemukan di bawah ini:

Burung

Burung diciptakan tidak pernah diciptakan begitu saja, karena dengan adanya burung, manusia dapat berpikir bagaimana cara untuk membuat sesuatu yang dapat terbang seperti burung, untuk berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain melalui udara.

Sehingga ketika manusia telah berhasil berpikir seperti itu, akhirnya manusia bisa membuat sesuatu yang namanya Pesawat atau Helikopter untuk transportasi lewat udara.

Matahari

Matahari tidak pernah diciptakan begitu saja, sama seperti burung yang tadi. Matahari memang punya banyak manfaat, tapi salah satu yang dapat dijadikan pelajaran penting dari matahari ialah Cahaya yang diberikan oleh Matahari.

Dari matahari manusia dapat belajar untuk membuat sesuatu yang dapat menyinari kegelapan, hingga akhirnya terciptalah yang namanya Lampu atau Listrik atau penerangan lainnya.

Ikan

Ikan juga demikian. Ikan diciptakan bukan hanya untuk dimakan. Tentu banyak manfaat lainnya, tapi satu yang dapat dijadikan pelajaran berharga dalam kehidupan ini ialah agar manusia dapat membuat sesuatu yang dapat bertahan di dalam air, seperti layaknya seekor ikan.

Hingga akhirnya ketika manusia berhasil melakukannya, terciptalah sesuatu yang namanya kapal selam.

Begitu juga dengan Postive Thinking dan Negative Thinking yang telah aku umpamakan seperti siang dan malam atau terang dan gelap. Ada alasan tersendiri mengapa bintang hanya dapat ditemukan di malam hari, atau kita kenapa tertidur di malam hari.

Agar ketika malam (“Negative Thinking – Yang merupakan hasil dari postive Thinking tapi tidak sejalan”) itu datang dalam kehidupan kita, maka kita dapat menikmati indahnya bintang-bintang dalam malamnya kehidupan kita atau tertidur di dalamnya, sehingga ketika kita telah tersadar atau terbangun, kita akan mendapatkan pagi yang baru dengan harapan yang baru.

Bintang Seperti Apa Yang Dapat Aku Temukan Dalam Malamnya Kehidupan?

Banyak bintang yang dapat kita temukan dan yang dapat kita petik, kita ambil, kita bawa dan kita simpan sampai dimana ajal menjemput. Bintang tersebut adalah:

  • Kesabaran,
  • Ketulusan,
  • Kebaikan,
  • Penuh Syukur,
  • Dan masih banyak hal lainnya.

Ya, itulah yang dapat kita lakukan atau kita petik ketika kita telah memilih untuk berpikir positive tapi yang datang atau yang kita dapatkan ialah negative thinking – yang merupakan hasil dari postive thinking yang telah kita pilih tadi.

Kesimpulan

Janganlah pernah khawatir akan hal-hal yang belum kita ketahui hasilnya. Karena hidup ini sama seperti sebuah lukisan yang indah. Jika aku dapat mengumpamakannya, maka di bawah ini adalah perumpamaannya

Coba kita perhatikan seorang pelukis terkenal atau seorang pelukis ternama yang sedang membuat sebuah lukisan untuk sebuah pameran. Bagaimana mereka melakukannya? Semuanya berawal dari garis yang tidak beraturan, semuanya berawal dari warna yang berantakan. Akan tetapi ketika semua telah selesai, hasil yang dapat ditemukan ialah pelukis tersebut berhasil membuat sebuah lukisan yang sangat-sangat indah.

Ya, sama seperti juga hidup ini. Terkadang kita tidak harus khawatir akan apa yang kita lakukan sekarang atau apa yang akan terjadi nanti, karena hari ini cukuplah hari. Satu yang aku ketahui ialah:

“Hari kemarin adalah titik, hari ini adalah titik dan hari besok adalah titik. Kita adalah pensil yang berfungsi untuk menghubungkan semua titik-titik ini dan takdir adalah lukisan terindah yang telah dilukiskan dalam kehidupan kita, kita hanya membuat titik-titik ini menjadi terlihat seperti takdir yang telah dibentuk untuk kehidupan kita dan pelukis takdir itu adalah Tuhan Yang Maha Sempurna”.

Mungkin saat ini aku merasa kecewa, mungkin saat ini hidupku tidak terlalu terlihat jelas, mungkin saat ini aku melakukan hal-hal yang terlihat sia-sia, tapi semua itu memang harus terjadi, agar lukisan yang indah dapat menjadi sebuah lukisan yang benar-benar indah. Karena satu yang aku ketahui ialah:

“Semua yang telah terjadi adalah sesuatu yang harus terjadi agar aku dapat mencapai sebuah lukisan terindah yang telah dilukiskan dalam kehidupan”.

Karena jika pelukis ternama atau terkenal saja aku percaya bagaimana ia bisa menghasilkan sebuah lukisan yang indah, lantas mengapa aku harus khawatir akan takdir yang telah diberikan kepadaku, akan lukisan Tangan Tuhan sendiri yang telah melukisnya dalam takdirku. Tidak, aku tidak perlu untuk mengkhawatirkannya. Semua akan indah pada waktunya.

Sekian dan salam untuk catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.