Rasa Dan Sayang

Kali ini aku ingin mencatat sebuah catatan tentang rasa dan sayang. yah, ini adalah catatan kehidupan yang merupakan bagian dari imajinasi yang sedikit penting atau perlu untuk dicatat dalam blog kehidupan ini, agar ketika ada waktu kosong dilain waktu, mungkin aku dapat membacanya kembali sebuah catatan yang pernah tercatat.

Rasa Dan Sayang

Aku sengaja memisahkan 2 kata ini, yaitu rasa dan sayang, sebab aku rasa bahwa kata ini terlalu berat untuk dibahas kalau digabungkan menjadi satu, yaitu rasa sayang. yah, saking beratny aku harus memisahkan mereka menjadi 2 bagian, rasa dan sayang.

Belajar dari cerita kehidupan yang lalu, masa yang lalu atau ruang dan waktu yang lalu, aku sedikit mengenal 2 kata ini, yaitu kata rasa dan kata sayang. yah, aku sedikit mengenal makna dari kata ini, sehingga aku memutuskan untuk menuliskan apa yang aku kenal dari mereka. yah, mungkin seperti itu.

Awal aku mengenal kata rasa dan sayang ini ialah ketika aku sementara bediri di satu titik waktu yang sama dengan orang yang ada hubungannya denganku, yaitu orang tuaku. yah, ketika sementara aku berdiri pada satu titik yang sama tapi di waktu yang sama juga aku harus berpindah ke ruang yang sedikit berbeda dengan meninggalkan mereka.

Yah, dalam langkah yang sementara kuambil, aku merasa bahwa dunia ini terlalu luas untuk bertemu dengan mereka, terlalu jauh untuk melihat mereka dan terlalu lebar untuk menemukan  mereka kembali. Tubuh ini terasa berat, dunia ini terasa mau berakhir dengan cepat, napas yang ditarik terasa sesak di dada. yah, inilah sesuatu yang nyata yang telah terjadi ketika rasa dan sayang ini telah bertemu diantara kita dan orang-orang disekitar kita.

Itu jika rasa dan sayang ini telah bertemu.

Tidak ada kata yang dapat terucap, karena terkadang kata tak mampu untuk mewakili semua keadaan yang ada. rasa ingin bertemu itulah yang sering terpikirkan, tapi apalah daya tidak ada kesempatan untuk berbalik, demi masa depan yang katanya masih sedang menunggu didepan.
Jika berbalik maka masa yang didepan akan pergi, kesempatan akan hilang dan tidak akan datang untuk yang kedua kalinya. yah, kata orang kesempatan ialah apa yang kamu pikirkan sekarang. yah, itulah kesempatan terbaik yang pernah ada, karena besok punya kesempatan tersendiri untuk hal yang lain.

Yah, itulah awal pertama ketika mengenal dengan rasa dan sayang.

Hal selanjutnya yang terjadi ketika mengenal kata rasa dan kata sayang ini ialah ketika kita memikirkan orang-orang terdekat kita dalam doa yang sering kita ucapkan. yah, nama mereka terukir dalam doa kita. Seberapa besar rasa dan dan sayang seseorang terhadap orang yang lain terkadang dapat dilihat dari seberapa banyak ia menyebutkan nama orang tersebut dalam doanya, seberapa banyak ia mengingat orang tersebut dan seberapa khawatir dia akan orang tersebut, yah, mungkin seperti itu, tapi tidak dapat untuk dihitung, karena terkadang rasa dan sayang ini bukan sebatas apa yang diketahui, tapi terkadang terdapat diantara apa yang tidak kita ketahui.

Rasa dan sayang juga bukan sebuah kata untuk pamrih, yah, rasa dan sayang ini adalah layaknya sebuah rahasia yang ada baiknya kalau diketahui sendiri.

Ada beberapa hal yang terkadang datang menampar, memukul, dan membanting tapi rasanya tidak sakit seperti ketika sebuah rasa dan sayang dihancurkan layaknya gelas yang pecah dan tak bisa untuk disatukan kembali.

Yah, mungkin bisa, tapi bekas itu akan selalu ada dan terlihat dengan jelas.

Tanpa batasan oleh ruang dan waktu, oleh situasi dan keadaan, rasa dan sayang tidak akan pernah hancur, tidak akan pernah pudar, karena itu bukan sebuah simbol yang mewakili, tapi itu adalah sebuah titik tanpa koma, tanda seru dan tanda tanya.

Rasa dan sayang itu permanen, tanpa dapat untuk diganggu gugat. mungkin kadang goyah, tapi itu hanya sementara, karena akan kembali seperti semula, yaitu permanen.

Setelah menelusuri hidup ini, setelah belajar dari berbagai banyak hal dalam kehidupan ini, ada beberapa hal yang terkadang dapat dirasakan oleh seseorang ketika rasa dan sayangnya yang telah kokoh berdiri kemudian digoyang oleh waktu karena tidak searah dengan perputaran bumi.

Katanya itu seperti ini:

“Kita akan sakit ketika kita memiliki rasa dan sayang dengan orang lain, akan tetapi ia tidak bahagia. yah, kita akan sakit. dan kita lebih sakit lagi apabila orang tersebut bahagia telah menerima rasa dan sayang dari orang lain”.

yah, itu yang terkadang dapat dirasakan oleh orang ketika merika sudah memiliki beberapa kata ini, yaitu rasa dan sayang.

Ada beberapa kesadaran dalam kata rasa dan sayang, yaitu seperti ini:

Pada sebuah kesempatan dalam hidup ini, ada seorang yang menyayangi seorang yang lain, seorang ini namanya bintang dan seorang yang lain ini namanya bulan. yah, mungkin seperti itu.

Sang bintang sangat menyayangi bulan, tapi sang bulan tak pernah mengetahuinya. Sang bintang selalu mengalah dan selalu memberikan kesempatan kepada sang bulan untuk menguasi gelapnya malam. yah, padahal sang bintang jauh lebih terang daripada sang bulan.

Suatu ketika sang bulang mengetahui sebuah rasa dari bintang terhadapnya, akan tetapi ia mengabaikannya bagaikan angin yang datang dinikmati kemudian pergi tanpa diketahui.

Suatu ketika sang bulan pergi meninggalkan bitang dan malam dengan menelurusi siang, tanpa sebuah kata atau sebuah kalimat.

Bintang masih setia menunggu sang bulan untuk kembali, akan tetapi sang bulan tak kunjung datang. suatu ketika di waktu yang sama pula, bintang mulai rapuh hingga jatuh ke bagian yang tak dapat ditemukan lagi oleh bulan.

yah, malam menjadi gelap tanpa bintang dan bulan.

Bulan dengan sombongnya menelurusi siang, tapi sayangnya ialah ia tak memiliki kesempatan sama seperti kesempatan yang ia miliki di malam. yah, matahari tak mau mengalah dan matahari juga tak mau menerima sang bulan.

Bulan kecewa karena matahari begitu kejam padanya, ia sadar bahwa rasa dan sayang itu tidak selamanya dimiliki oleh semua yang ada, walaupun apa yang ada pada bulan sudah dapat membuat semua yang ada mengalah padanya.

yah, akhirnya ia sadar akan betapa baiknya bintang terhadapnya.

Setelah itu, ia memutuskan kembali ke malam untuk menemani bintang, tapi apalah daya, sang bintang telah tiada, malam telah sepi dan gelap. kesempatan untuk memberi kesempatan telah hilang, dan sekarang semuanya kosong tanpa cerita.

itulah akhir cerita, dimana semua akan datang, kesadaran dan sebagainya, tapi sayangnya kesempatan untuk memberi kesempatan telah hilang. yah, tidak dapat menikmati kesempatan dan begitu juga sebaliknya.

Sekian dan salam buat catatan yang kurang jelas ini. Salam

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.