ScriptSweet (Skripsi) – Catatan Kehidupan

Kali ini aku ingin menulis tentang ScriptSweet, sesuatu yang mau dibilang apa yah, tidak tahu juga sih, intinya inilah catatan kehidupanku tentang satu kata indah yang aku berikan untuk Skripsi, yaitu ScriptSweet.

ScriptSweet (Skripsi) – Jakarta 27 Juni 2017

Sidang akhir semakin dekat,
Program masih belum kelar,
tapi terus dan terus dikejar,
itulah yang sekarang masih terpikir.

Uji Program belum kelar,
Laporan Akhir masih belum berakhir.

Program menjadi tujuan akhir,
Agar laporan dapat juga berakhir.

Itulah yang terjadi saat ini, saat dimana pagi adalah waktu yang seharusnya digunakan untuk menikmati indahnya dunia ketika kepala masih beralas pada bantal, tapi pada waktu sekarang, pagi hanya menjadi musuh, karena harus tetap terjaga sampai pada waktu dimana lelah itu menghampiri, dan sesekali ia tetap tak mampu untuk menaklukkan tubuh ini yang memang sudah lelah tapi masih saja tetap untuk terjaga.

Siapa sih yang menciptakan yang namanya ScriptSweet ini?

Aku rasa ia ingin menyiksa setiap umat manusia, bukan untuk mengajari mereka menjadi manusia. Orang yang membuat ini mengajari setiap orang yang telah melewatinya untuk melakukan hal yang sama kepada setiap orang yang lainnya jika ia memiliki kesempatan untuk melakukannya.

Hari ini, tepat hari ke berapa hari gitu, sebelum uji program yang kedua (4 Juli 2017) dan sebelum mengumpulkan semuanya pada tanggal 5 Juli 2017. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini, selain berusaha-berusaha dan terus berusaha.

Siangku adalah Pagiku dan malamku adalah Siangku.

Aku tak mengenal mereka, karena scriptsweet ini membuat aku lupa pada mereka dan sama sekali perutku pun tak menunjukkan sikap laparnya, mata tak menunjukkan sifat ngantuknya dan tubuh walaupun tidak menunjukkan sikap lelahnya, tapi aku tahu, saat ini ia sangat lelah, bukan karena ia mengatkannya kepadaku, tapi tepat sebelum ia melakukannya, aku telah melihat ia dengan mataku sendiri bahwa sekarang tulangku kini mungkin hanya terbungkus oleh kulit.

Apakah aku peduli?

Sama sekali tidak, aku dari awal telah membencinya dan mungkin akan ada waktu dimana aku akan menyayanginya, tapi aku tahu, waktu itu bukan sekarang, karena waktu dimana aku menyayanginya ialah waktu dimana Tuhan ku telah mengampuni semua dosa-dosaku.

Aku tahu itu, semua pasti akan terjadi. Hari ini cukup bersyukur saja, karena napas ini udah lebih penting daripada tubuh ini, walaupun tubuh juga memiliki nilai, setidaknya itu tidak lebih dari napas hidup yang telah diberikan oleh Tuhan ku kepada ku.

Aku tidak tahu apa-apa soal project yang aku kerjakan, karena aku baru belajar ketika aku melakukannya dan saat ini aku tidak bingung, bukan kerena aku tahu, tapi Tuhan membantuku. Ia menunjukkan kasih setia-NYA kepada ku, karena walaupun aku sejujur-jujurnya tidak mengetahui apa-apa tentang apa yang aku kerjakan, IA selalu membuat aku mengerti tepat dimana aku tidak mengerti.

Aku percaya kepada-NYA, jauh daripada diriku sendiri. Jadi aku sama sekali tidak akan ragu, karena IA selalu ada untuk orang yang tidak baik seperti aku.

Dan aku selalu meraskan kehadiran-NYA tepat dimana aku tidak mengerti tapi aku bisa mengerti, aku tidak paham tapi aku bisa memahami, aku tidak tahu tapi aku bisa tahu dan aku sama sekali tidak mengerti dari mana datangnya kata itu, tapi yang jelas kata itu menuntunku.

Aku tahu itu, Tuhan ku menuntunku.

Terima kasih untuk catatan kehidupan ini. ScriptSweet.

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.