Semua itu Mudah

Kali ini aku ingin menulis catatan tentang semua itu mudah, ini adalah catatan kehidupan yang menurut aku perlu untuk dicatat dalam blog ini, karena ini merupakan sebuah catatan yang perlu untuk selalu diingat, betapa bersyukurnya aku dalam memiliki kehidupan ini.

Semua itu Mudah

Beberapa hari yang lalu, aku sempat mencatat, betapa banyaknya tugas yang harus terselesaikan dalam kurun waktu yang sangat singkat, aku menargetkan beberapa tugasnya hanya perlu waktu 15 hari untuk menyelesaikannya, termasuk didalamnya ialah menyelam sambil minum air.

Yah, itulah tugas yang katanya sangat banyak, entah apapun itu, aku terkadang tidak peduli dan malas tahu, walaupun tugasnya sudah terlihat sangat mencekik kerongkongan ini, tapi aku selalu berkata “All Is Well”, bahkan semenjak catatan target 15 hari itu dibuat, aku masih belum melakukan apa-apa, karena hanya 1 dipikiranku saat itu ialah Semua Itu Muda, sehingga itulah membuat aku harus menggunakan salah satu kekuatan andalan untuk menyelesaikan semua tugasku, yaitu The Power Of Kapepet. yah, mungkin seperti itu.

Puji Tuhan, hingga akhir dari ujian ini berlalu ( Jakarta, 19 Desember 2016 ), semuanya telah terlewati, termasuk semua tugas-tugas yang tadi sempat memukulku, tepat dibagian otak dan hati ini, dan Syukur saja, karena mungkin aku tidak membalas untuk menyerang, akan tetapi menurutku Posisi bertahan adalah posisi terbaik yang harus tetap aku pegang, sama seperti hari-hari sebelumnya, bulan-bulan sebelumnya dan tahun-tahun sebelumnya.

Setelah semuanya terlewati, akhirnya aku Bersyukur Dengan Segenap Hati dan Segenap Jiwaku, bahwa Tuan ku tau yang terbaik untukku, walaupun sampai sekarang aku masih jauh, tapi IA tahu seperti apa aku, walaupun aku sendiri belum tahu siapa diriku, karena yang aku tahu tentang diriku, tidak sebanyak yang IA ketahui tentang aku.

Terima Kasih, Terima Kasih, Terima Kasih, ini ungkapan syukurku yang besar untuk-NYA.

Sekali lagi Terima Kasih, karena semua tugasku dibuat tiada arti dimataku, membuatnya takluk dan tak dapat mengalahkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuan ku sendiri, hingga akhirnya aku dapat melewati semuanya, karena bagikut, yang terbaik tidak apa bila tidak menjadi milikku, karena melewatinya adalah sudah merupakan penawaran yang paling baik untukku,

Semoga catatan ini dapat mengingatkanku tentang perjalananku yang begitu mengagumkan ini, hingga akhirnya aku bisa merasakan seperti masa-masa sebelumnya, ketika berada diatara gerbang menuju ke masa depan atau mundur untuk bertahan selamanya, dan aku memilih untuk maju, karena hal seperti itu masih belum pantas untuk dapat memukulku untuk mundur jauh kebelang.

Sekian untuk catatan kehidupan kali ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.