Tentang “Kawan”

Sabarlah kawan, janganlah bersedih,
Hari sudah hampir malam,
Bersabarlah sedikit,
Sebab sebentar lagi kita akan beristirahat.

Biarlah mereka mencari apa yang ingin dicari,
Waktu kita tidaklah banyak,
Tidak semua dari mereka harus mengatahuinya,
Tidak semua dari mereka harus bersama kita.

Jika seandainya haruslah demikian,
Maka itu akan terjadi pada zaman Nuh atau Lot.
Tapi tidaklah demikian untuk kita,
Kita tidak ditakdirkan untuk itu.

Sabarlah kawan, bersabarlah sedikit.
Sebab waktunya sudah dekat.
Kita akan pergi menghibur malam,
Kita akan pergi menghidupkannya.

Biarlah mereka tetap terjaga,
Biarlah mereka mencari apa yang mereka inginkan,
Mengumpulkan emas dan berlian,
Sebab sebentar lagi pula mereka akan terus tetap terjaga.

Sabarlah kawan, sabarlah sedikit,
Tetaplah bersabar,
Sebentar lagi kita akan bertemu,
Bertemu dengan TUAN darimana kita berasal.

Sabarlah kawan dan tetaplah bersabar,
Biarlah ini menjadi cerita kita,
Cerita yang dituliskan TUAN untuk kita,
Cerita yang tak akan pernah berakhir.

Sabarlah kawan sabarlah sedikit,
Hari ini memang melahkan,
Tapi sebentar lagi kita akan beristirahat,
Pada malam panjang dan melihat siang yang telah kita tinggalkan.

Sebab esok pagi akan segera datang,
Karena malam akan menjadi tiada,
Dan kita akan tetap bersama,
Dengan TUAN SANG PENCIPTA.

Sebarlah kawan,
Sabarlah sebentar saja.