Titik(.) Dari Kehidupan

Kali ini aku akan menulis dan mencatat tentang sebuah titik dari kehidupan, aku tidak tahu mengapa judul ini begitu penting untuk kucatat, karena yang aku tahu ialah rasa ingin untuk
mencatat artikel ini sangat-sangatlah dalam. yah, jadi itulah sebabnya mengapa artikel ini ingin untuk dicatat.

Titik(.) Dari Sebuah Kehidupan

Didalam dunia ini, kita telah diberikan 2 titik kehidupan yang selama ini kita tahu, tapi kita tak mengenalinya. tahu bukan berarti kenal, tapi kenal sudah berarti tahu. yah, itulah titik kehidupan yang ingin saya tulis lebih lanjut, seluruh yang terpikir di kepala saat ini.

2 titik kehidupan yang mungkin kita tahu ialah titik tertinggi dan titik terendah. ini selalu terjadi, dan pasti akan tetap terjadi, walaupun dengan orang nomor 1 sekalipun yang berada di dunia ini, karena titik ini adalah milik dari dunia ini, yang artinya selama kita berada di dunia ini, titik ini pasti akan ada.

Titik tertinggi adalah titik dimana seseorang merasakan semua yang ia inginkan, menikmatinya sampai lupa bahwa titik tertinggipun memiliki batas ketinggian yang sudah ditentukan, entah itu oleh kesenangan sang penikmat atau apa yang dilakukan oleh sang penikmat.

Yang menikmati titik ini adalah mereka yang punya kesempatan untuk mengubah arah, entah tetap berada dipuncak atau akan turun ke bagian terbawah, yaitu titik terendah. akan tetapi sayang sekali, sebagian orang yang memiliki titik ini, tidak akan pernah bertahan lama, karena mereka sendiri yang telah memilihnya, entah secara langsung maupun tak langsung.

Begitu pula dengan titik terendah. yah, semua orang pasti akan mengalami hal ini, dimana ia tak dapat untuk melakukan suatu hal, entah itu berjalan ke depan, maupun mundur kebelakang.

Pada titik ini, seseorang diberikan sebuah kesempatan yang jika ia mengetahuinya, maka ia akan bisa berada di sebuah ketinggian yang lebih tinggi dari sebuah ketinggian. Akan tetapi, sayangnya ialah kebanyakan orang tidak mengerti akan hal ini, sehingga ia sendiri yang terkadang membuat hidupnya tetap berada di tempat yang sebenarnya ia sendiri tidak menginginkannya.

Jadi, kesimpulannya adalah jika berada disebuah titik tertinggi, pergunakanlah itu sebaik mungkin, karena titik terendah sedang menantimu, begitu pula dengan yang berada pada titik terendah, nikmatilah dan buatlah keinginanmu setinggi yang kamu inginkan, karena sebentar lagi kamu akan mendapatkannya.

Titik, berbicara tetang titik. terkadang kita merasa hidup ini sebagai surga untuk diri kita sendiri, kita bebas melakukan apa saja yang kita ingikan, selama itu membuat kita puas. yah, ini adalah sebuah keinginan yang dapat dikatakan keinginan daging.

Terkadang kita mengabaikan orang lain, bahkan secara tidak langsung kita mengabaikan diri kita sendiri, sehingga seiring dengan berjalannya waktu, kita tidak sadar dan tidak akan pernah sadar, karena kenikmatan yang sesunggunya menurut kita, sudah ada disekitar kita, yang artinya kita bahagia. itu saja.

setiap orang punya tujuan hidup untuk bahagia, entah dengan cara apa ia mendapatkan kebahagiaan tersebut, yang penting ialah ia bahagia. yah, itu adalah tujuan hidup dari kebanyakan orang saat ini, termasuk kamu dan saya.

Dalam mencapai kebahagiaan, terkadang kita lupa bahwa kita adalah sebuah ciptaan yang sangat mulia, yang diciptakan dengan kemuliaan dan diberikan juga kemuliaan atau kebebasan. sehingga dari sini kita semakin bebas, membuat yang seharusnya dihormati dan dihargai, menjadi dihina dan dikucilkan, entah itu orang lain yang jadi sasaran atau bahkan diri kita sendiri, yang sampai pada titik kebahagiaan pun, kita tidak pernah sadar, bahwa diri kita sudah jauh dari kesadaran.

Kita memikirkan kesenangan, sehingga kita lupa dengan sebuah karya besar yang telah diciptakan, yaitu ketulusan dan cinta. kita mengabaikannya sampai selama waktu yang kita perlukan untuk tetap berada pada tingkat kebahagiaan yang sangat-sangat bahagian menurut kita.

yah, sehingga ketulusan dan cinta pergi jauh, jauh dan sangat jauh, entah kembali kepada yang menciptakannya atau pergi ketempat dimana ia merasakan sendiri dikucilkan dan diabaikan.

Kebahagian menutup semua yang ada pada diri kita, yang artinya dibuka hanya untuk kebahagiaan. akal sehat kita tertutup oleh kebahagiaan, sehingga tepat pada saat dimana kita memiliki  sebuah kesempatan untuk mengubah arah, kita tidak pernah dan tidak mau untuk melakukannya, dan pada saat inilah kesempatan terakhir itu menjadi suatu terakhir.

Ketika yang terakhir menjadi yang terakhir atau kita telah berada pada titik akhir, dimana kita seolah-olah tak dapat untuk maju, maupun tak dapat untuk mundur, disitulah kita akan sadar, betapa pentingnya sebuah ketulusan dan cinta. karena mereka yang dekat karena sebuah kesenangan, telah pergi untuk mencari kesenangan yang lain, untuk diperlakukan sama seperti apa yang pernah ia lakukan padamu.

Tapi sayangnya, ketika disaat kita sadar bahwa ketulusan dan cinta itu penting untuk menemani kita, maka disaat itu pula kita tak dapat untuk menggapainya. kita telah jauh dan sangat jauh sehingga pada akhirnya kita berada pada sebuah alam kesengsaraan yang kita sendiri tidak dapat membayangkan seberapa sengsara kita berada disana.

Sekian dan salam buat catatan kehidupan tetang titik dari kehidupan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.