Untukmu Cinta

Aku tidak tahu dimana kamu berada sekarang,
Apa yang kamu lakukan,
dan apa yang kamu pikirkan,
tapi aku berharap kamu baik disana.

Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu,
Aku ingin mengatakan
bahwa aku bahagia disini,
Diruang ini dan diwaktu ini.

Tapi terkadang aku sendiri bingung,
bingung dengan keadaan ini,
karena sebenarnya,
kebahagiaan seperti apa yang aku rasakan,
sampai aku dapat mengatakan
bahwa aku sebahagia ini?

Aku tidak tahu,
Aku hanya ingin mengatakan itu.

Satu dariku untumu, cinta,
Jika engkau tak bisa hadir dimasa sulitku,
Maka jangan pernah berharap,
untuk bisa hadir dimasa bahagiaku,
karena itu tak mungkin untukmu, cinta.

Karena untukmu, cinta,
aku akan menunjukkan semua yang buruk
yang ada padaku.
Engkau tak akan bisa menemukan kebaikan disana,
karena kebaikan tak akan ada untukmu,
jika engkau adalah cinta.

Sampai engkau dapat menerimaku,
karena burukku, bukan baikku,
maka disitulah aku akan mengajakmu,
untuk berjalan menuju tempat terbitnya matahari,
kemudian kita bersama berjalan
menuju tempat terbenamnya matahari kita, cinta.

Tapi aku tahu, itu tidak mungkin terjadi,
Karena kita manusia,
yang tentu lebih mengharapkan lebih daripada kurang,
oleh sebab itu, aku lebih suka untuk melakukan
hal yang tidak disukai daripada disukai,
agar cinta yang benar cinta
akan terlihat dengan sendirinya,
walaupun banyak penghalang yang menutupinya.

Dan juga untukmu,
sang pemilik cinta,
Yang menciptakan Cinta,
dan membuat cinta itu terasa ada.

Engkau dengan sombong datang dalam tidurku,
Menitipkan kata-katamu pada jiwaku
yang katanya haus akan cinta.

Apalah artinya kata itu?
“Tempatkan Cinta Di atas segalanya”.
Aku tidak tahu,
Cinta seperti apa yang engkau maksudkan.

Aku adalah tubuh,
yang mungkin telah mati akan hal itu.
Tapi aku tahu,
Engkau pasti tahu dan dapat mengukurnya
dalam diri ini.

Sehingga engkau sebagai pemilik cinta,
dapat memberikan cinta yang benar-benar cinta,
bukan hanya dikehidupanku sekarang,
tapi dikehidupanku yang kedua, ketiga, keempat,
kelima, keenam, ketujuh, kedelapan, kesembilan
dan seterusnya.

Sehingga cinta ini bukan hanya menjadi sebuah dongeng,
akan tetapi dapat menjadi sebuah kisah,
kisah yang bukan hanya sebatas kisa,
akan tetapi merupakan kisah yang membawakan keabadian.

Salam, Untuk mu, Cinta.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.