Yang Kupikirkan Hari Ini

Kali ini aku ingin menulis apa yang aku pikirkan hari ini, karena aku tidak tahu, apa yang perlu untuk ditulis, jadi sekarang aku ingin menulis apa yang aku pikir sekarang. Mungkin tidak terlalu penting, tapi biarlah ini menjadi catatan kehidupan yang dapat dibaca kembali di lain waktu yang mungkin akan berbeda nantinya.

Yang Kupikirkan Hari Ini

Manusia seperti apakah aku ini, mengapa aku terlihat sangat bodoh, sangat lemah dan terkadang menyerah dengan keadaan yang ada, walaupun terlihat sangat tegar?

Aku bahkan tidak tahu dan belum tahu tentang aku. Mengerti sifatku dan semua tentang apa yang ada dalam akal sehatku. Aku terjebak, aku terjebak dalam sebuah keadaan yang memang tak mau melepasku untuk pergi.

Aku terlalu khawatir akan semuanya, yah, ketakutan terkadang datang dan membuat aku semakin terpuruk. Aku ingin belajar untuk melepas semuanya, tapi semakin aku berusaha, aku malah semakin berada pada bagian terdalam dari sebuah kehidupan.

Aku sangat munafik. aku ciptaan yang mungkin sangat tidak diperlukan sebenarnya.

Awal aku hadir ialah tepat ketika waktu subuh, beberapa menit sebelum pagi aku datang, datang sebagai seorang pribadi yang baru. Aku hadir dengan keadaan yang telanjang, tak berpakaian. otak pengertianku sedikit ditutup, mulut, telinga dan semua yang ada padaku, semuanya itu dibatasi ketika aku datang.

Aku harus belajar dari awal, memulai semuanya seperti layaknya orang yang tidak pernah melakukan hal tersebut.

Aku adalah orang yang tegar sebelumnya, tidak mengenal yang namanya rasa seperti yang sekarang ini, aku benar-benar bahagia, sampai kebahagiaan yang ada padaku, menutupi diriku, menutupi keberadaanku dan aku lupa semuanya yang ada disekitarku.

Ketika aku datang beberapa menit, aku akhirnya mengerti, bahwa ternyata ketegaran yang sesungguhnya itu tidak pernah didapat dalam sebuah kebahagian, akan tetapi didapatkan dari hal-hal seperti ini. sehingga ketika semua terjadi, dengan sendirinya kata hatiku memaki pikiran dan tubuhku, mengatakan bahwa:

“Mengapa baru beberapa menit engkau hadir, engkau sudah sangat ketakutan? sangat lemah dan bahkan tak berdaya?”.

Aku tidak tahu harus menjawab apa kepada kata hatiku, tapi jujur, ketika aku berada dalam titik terlemahku, aku merasakan sebuah rasa yang sedikit berbeda.  aku lebih merasa mengenal diri ini dari apa yang aku kenal sebelum aku merasakan hal-hal seperti itu.

sehingga ketika aku mengenal diriku, semua masalah aku langsung lupakan saat itu juga, karena aku seolah-olah mengenal diri ini dengan sendirinya, dan aku sangat mengenalnya, sehingga semua yang terjadi, terabaikan, aku berdiri seolah tak terjadi apa-apa, dan terus melangkah maju tanpa sedikit pun berpikir untuk menoleh kebelakang.

Itulah salah satu hal yang terkadang juga aku takutkan, karena itu terjadi, aku akan lupa semuanya, semua yang ada, sehingga terkadang penyesalan itu jauh daripadaku, dan semuanya bagai ditelan sesuatu yang besar yang tidak aku ketahui.

Hingga sampai pada saat ini, aku terkadang berusaha untuk memanfaat apa yang aku kenal dari diriku untuk menyembunyikan rasa yang ada dalam perasaan, pikiran dan yang ada padaku.

Sekian dan salam buat catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.