Yang Tersisa Dari Yang Terakhir

Kali ini aku ingin menulis tentang yang tersisa dari yang terakhir, ini adalah hal yang mungkin tak terlalu penting, tapi itulah aku, aku terkadang lebih suka menulis hal yang tak penting,
karena hal yang tak penting itu terlalu cepat untuk dilupakan. Biar tak dilupakan, aku sengaja menulisnya.

Yang Tersisa Dari Yang Terakhir – Jakarta, 5 Agustus 2017

Finally, itulah kata yang mungkin tepat diucapkan sekarang. ketika aku harus berbalik untuk menertawakan semua yang pernah terjadi dan berbalik kembali untuk mencoba belajar menaklukkan sesuatu yang katanya besar, yang sementara menungguku didepan.

Yah, itu lah yang mungkin akan terjadi. 5 Tahun akhirnya terlewati, hanya untuk beberapa lembar kertas yang disatukan hingga menjadi sebuah kesatuan yang katanya penting tapi tak penting, tak penting tapi juga penting. Kertas yang katanya akan membuatku mendapatkan sebuah gelar, gelar yang aku tidak tahu, apakah itu memang berguna atau tidak. Aku hanya bisa percaya.

Ini adalah kertas yang disatukan yang membuat aku harus bertahan 5 tahun, keluar setiap pagi dan pulang pada waktu siang atau sore. Teriknya mentari tak menghadangku untuk tetap berjalan, begitu pulang dengan rintiknya hujan.

Kertas Kehidupan:

kertas kehidupan

Hanya karena kertas dan coretan yang berlalu di dalamnya, malam terasa seperti pagi dan siangpun tetap menjadi sore. Tak ada kata untuk malam, karena semua berawal dari aku. Kebiasaan yang membuatku mengubah malam menjadi siang.

Istilah terpeting yang tertulis di dalam benak ialah “The Power Of Kapepet“, itulah yang sering terjadi, karena kebiasaan untuk menganggap bahwa semua itu mudah, hingga akhirnya kemudahan itulah yang membalikkan semua keadaan menjadi sebuah usaha yang perlu untuk dilakukan agar semua terselesaikan.

Hari ini aku legah, karena aku tak perlu memikirkannya lagi, semua telah terlewati, kini tinggal hanya tersisa cerita yang masih saja tertulis dalam blog ini, dimana cerita ini tidak akan pernah berlalu, sampai itu benar-benar berlalu.

Saatnya untuk mencoba meliha ke depan, mungkin disana ada kehidupan yang dapat ditemukan, ketika yang didepan harus berbalik kebelakang untuk kembali pada sebuah kehidupan yang pernah ada disebuah masa yang telah terlewati.

Ah, aku tidak tahu mau tulis apa, yang jelas seperti itulah. catatan ini untuk kertas kehidupan itu aja. tidak selain itu.

Sekian dan salam buat catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.