Kisah Dompetku

Kali ini saya ingin mencatat sebuah catatan mengenai kisah dompetku. yah, ini adalah kisah dari dompetku selama sebulan penuh.

Dompetku adalah Rumah para pejuang hidupku.

Awal bulan adalah awal dimana rumah para pejuang hidupku terisi oleh Para Raja dan Permaisuri. yah, seluruh penjaga tidak pernah terlihat di dalam rumah para pejuang hidupku.

Seiring dengan waktu berjalan, Sebagian Raja dan Permaisuri terpecah-pecah. Seorang Raja ketika terpecah bisa menjadi seorang Permaisuri, bisa juga menjadi seorang Pangeran, Bisa juga Menjadi seorang Putri, Bisa juga menjadi seorang penghibur maupun menjadi seorang Penjaga. yah, tapi tidak bisa untuk kembali menjadi diri sendiri.

Begitu pula dengan seorang Permaisuri, bisa menjadi semuanya kecuali menjadi raja atau menjadi diri sendiri.

Seiring dengan waktu yang masih terus berjalan, beberapa penjaga telah terlihat di rumah para pejuang hidupku. beberapa raja telah hilang, begitu pula dengan permaisuri. Rumah menjadi ramai, karena sudah banyak para penghibur, pangeran dan putri pun sudah terlihat.

Setelah waktu berjalan sedikit ke pertengahan dari bulan, di rumah para pejuangku terkadang hanya terisi 1 Raja + 1 Permaisuri + beberapa pangeran dan putri + banyak penghibur dan Penjaga.

Ketika raja telah terpecah, tinggal sebuah Permaisuri yang kesepian. akhirnya Permaisuri pun pergi kemudian menghilang. Sekarang Raja dan Permaisuri telah tiada. yah, itulah awal yang mendekati akhir bulan.

sekarang tinggal beberapa pangeran dan Putri + Penghibur dan Penjaga. Sang pangeran ingin menjadi raja, tapi apalah daya tidak bisa menyatukan 2 jenis yang sama. begitu pula dengan putri, ingin menjadi permaisuri tapi apalah daya, waktu dan ruang tidak memungkinkan untuk membuat mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.

selang beberapa waktu kemudian, pangeran dan putri telah tiada, sekarang tinggal beberapa penghibur yang masih keasikan menghibur penjaga. Dibawah pohon kelapa sawit penghibur ini memainkan musiknya, ditemani dengan beberapa monyet kecil yang jumlahnya 100 ekor.

Setelah berselang beberapa hari, akhirnya penghibur inipun terpecah menjadi beberapa penjaga bahkan terkadang menjadi beberapa monyet kecil. yah, hingga akhirnya tinggal seorang penjaga dengan wajahnya yang sedikit seram dan memegang sebuah parang yang mengkilat yang siap untuk memotong siapa saja yang mengganggu rumah tak bertuan ini.

Yah, inilah akhir dari bulan sebelum memasuki awal bulan. Dimana hanya terlihat 1 Penjaga yang masih setia untuk menjaga rumah tak bertuan ini.

Sekian dan Salam Buat Catatan Ini.

Keterangan:

Raja = Uang Rp 100.000

Permaisuri = Uang Rp 50.000

Pangeran = Uang Rp 20.000

Putri = Uang Rp 10.000

Penghibur = Uang Rp 5000

Penjaga = Uang Rp 1000

Monyet = Uang Rp 500

100 = Uang Rp 100

 

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.