Aku Dan Aku

Kali ini aku ingin menulis tetang Aku dan Aku, aku tidak tahu apakah catatan ini penting atau tidak, tapi inilah yang terpikirkan olehku saat ini, sehingga daripada membuat berat pikirku, lebih baik aku mencoba untuk meringankannya dengan menulis semua yang aku pikirkan ini, Agar aku tidak perlu untuk mengingatnya lagi di lain waktu, karena aku sudah menulisnya dan aku dapat membacanya kembali disedikit ruang waktu yang mungkin akan berbeda.

Aku Dan Aku – Jakarta, 6 Juni 2017

Aku tidak tahu siapa itu Aku, Akan tetapi aku tahu Aku itu Siapa, pertanyaan dalam diamnya diri ini atau dalam geraknya langkah kaki ini, selalu datang seolah-olah menghantui setiap cela yang ada dalam pikirku, padahal kalau bisa dibilang, untuk saat ini pikirku sudah sama sekali tidak bekerja, karena apa yang aku pikirkan dan lakukan terasa seperti sesuatu yang bukan merupakan bagian dari sesuatu itu sendiri.

Dalam diam atau geraknya diri ini, aku tahu bahwa Aku adalah “Langkah Awal Ditengah Yang Berada di Akhir”, itulah yang terpikirkan saat ini, yang membuat aku terlihat seperti orang bodoh dengan catatan yang mungkin sedikit bodoh ini.

Aku dan Pikirku kadang tidak menjadi sahabat yang saling membantu, karena pikirku dengan langkah sesederhana mungkin, ia mencoba membunuh diri yang hidup ini, walaupun ia masih belum  sanggup untuk melakukannya, tapi ia terus mencoba untuk melakukannya.

Aku tahu itu, tapi aku biarkan semua yang ia inginkan terjadi dalam hidup aku sendiri, hingga akhirnya mungkin ia lemah dan tak berdaya untuk menentang aku yang seharusnya adalah tuan atasnya.

Ia membuat aku terlihat seperti orang bodoh, hingga akhirnya aku menjadi sama seperti apa yang ia inginkan terjadi dalam hidupku sendiri, dan anehnya aku sebagai tuan atasnya hanya mengikuti apa yang ia inginkan tanpa menentang sedikitpun, agar ia tahu bahwa jauh dilubuk hati yang paling dalam, aku masih menyayanginya, ia adalah bagian dari diriku sendiri dan aku rasa mungkin ia yang tahu apa yang terbaik yang harus ia lakukan padaku, walaupun akhirnya aku terjatuh dalam jurang yang dalam sekalipun, agar ia tahu bahwa aku lemah tapi tak selemah yang ia pikirkan tentangku.

Ada satu hal lain yang membuat aku terkadang menuruti apa yang ia inginkan, yaitu aku tahu bahwa “Semua yang terjadi tidak pernah terjadi begitu saja, karena semua punya alasan, sebab akibat yang mungkin dimana hal tersebut terjadi, aku belum bisa untuk menemukan alasannya, akan tetapi yang jelas aku tahu, suatu saat aku pasti dapat untuk mengetahuinya, karena harus seperti itu”.

Sekarang hanya bersabar dan selalu tetap untuk berpikiran positif, karena itulah yang terbaik, sebagai bentuk konfirmasi kepada sesuatu yang mungkin telah mengirimkan hal ini kepadaku, agar ia dapat mengirimkan hal yang lain lagi, karena aku telah menerima apa yang harus aku terima dan agar apa yang dikirimkan kepadaku yang telah kuterima dan telah kukonfirmasi dengan berpikiran positif, tidak akan terjadi untuk yang kedua kalinya lagi.

Terkadang kita harus belajar untuk bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup kita sendiri, karena sesungguhnya, jika hal tersebut tidak sesuai dengan keinginan kita, maka kita harusnya¬†dapat untuk berpikir bahwa “Aku tidak menginginkannya, tapi kalau sudah terjadi, berarti itulah yang terbaik untukku”.

Mungkin bersyukur tak semudah tutur, tapi tidak ada hal lain yang dapat dilakukan saat ini, selain bersyukur, karena tetap berpikiran positif itu baik Adanya tanpa terkecuali.

Aku tahu sesuatu yang selalu muncul dari dalam hatiku sendiri (kata hati) bahwa saat dimana kita terjatuh atau terjatuh atau terjatuh adalah saat dimana Tuhan kita yang kita percayai ada disamping kita atau didepan kita atau dibelakang kita atau didepan pintu kita atau dimana pun itu, dan sedang melihat kearah kita dan mengharapkan kita untuk memohon pada-NYA sebagai tempat pengharapan agar IA dapat membantu kita, dan ada yang pernah berkata bahwa “Jika Tuhan tak menghilangkan rintangan didepan kita, maka IA akan membantu kita untuk melewatinya”.

Itulah yang aku percaya, tapi aku jarang sekali meminta dan memohon, karena terkadang aku berpikir bahwa aku tak pantas melakukannya. Yah, Aku dan Aku.

Aku selalu berpikir satu hal yang sering muncul dalam pikiran ini ialah aku dan dunia ibarat timur dan barat, ibarat utara dan selatan, ibarat positif dan negatif, karena dimana dunia melihat, maka disitu aku akan membelakanginya dan dimana dunia membelakanginya, maka disitu aku akan melihatnya.

Aku tidak tahu dan masih saja tidak tahu, aku bodoh dan bodoh, itulah yang aku pikirkan tentang diriku sendiri, maksudku bukan aku, tapi pikirku yang merupakan musuhku saat ini yang terkadang baik tapi tak baik dan kadang tak baik tapi baik bagiku.

Mungkin seperti itu, dan satu hal terakhir yang aku tahu tentang diriku sendiri ialah ketika 1001 masalah datang kedalam hidupku sendiri, terkadang aku hanya melihatnya, walaupun pikirku yang menyebabkan hal itu terjadi, tapi ia sendiri yang mendapatkan balasannya, hingga akhirnya ketika ia telah sakit, ia membantuku untuk mengingat satu hal, yaitu:

“Sebelum aku disini, aku dimana? Setelah aku disini, aku kemana? Kalau aku telah tiada, apa yang akan terjadi? apa yang akan kulihat setelah ini? Aku berbeda dari yang lainnya, Aku tidak sama dengan yang lainnya, Aku adalah Aku, Aku yang Aku dan Aku yang Aku”.

Pikirku membantu aku untuk mengingat hal itu, untuk menenangkannya, hingga akhirnya ketika aku telah mengingatnya, semua masalahku hilang bagai ditelan harapan, ketakutan hilang bagai ditelan keberanian dan semuanya hilang seolah-olah dunia ini memang kosong dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Setelah pikirku membantu aku untuk mengingat hal tersebut, yang aku lakukan ialah:

“Aku menatap sekelilingku, aku merasa benar-benar berbeda dari yang lainnya, ketika aku terdiam atau sementara berjalan, setelah menatap semua yang ada, aku secara perlahan mencoba untuk memejamkan mata ini, menutup telinga ini dan aku merasakan bahwa Aku Berbeda, aku merasakan bahwa aku lebih besar dari semua masalah yang ada, dan seolah-olah aku membuat masalah itu tunduk pada diriku sendiri dan aku sama sekali tidak takut padanya lagi”.

Dalam terpejamnya mata ini, aku merasakan sesuatu yang lain yang juga berbeda, yaitu:

“Aku meraskan bahwa akulah hidup tapi aku juga adalah mati, aku adalah lapar dan aku juga adalah kenyang, aku adalah keramaian dan aku juga adalah kesedihan, aku adalah kebahagian dan aku juga adalah kehancuran. Aku adalah tidur dan aku juga adalah bangun, aku adalah kebebasan tapi aku juga adalah keterikatan, aku adalah tertawa dan aku adalah menagis, aku adalah dendam dan aku juga adalah bukan bagian dari dendam, aku adalah amarah tapi aku juga adalah pengasihan, aku adalah ketakutan tapi aku juga adalah keberanian aku adalah aku yang berada diantara tengah. Tengah dari sebuah tengah yang sama sekali aku tidak mengerti akan jalan pikirku sendiri, kenapa aku bisa seperti ini dan pikirku membawa aku kesana dan membuat aku merasakan bahwa semua ada padaku”.

Setelah semua itu terjadi, pikirku menjadi tenang, ia seolah-olah senang karena ia telah menjadi tenang. Setelah ia tenang, ia sama sekali tak diam sedikitpun, karena ia mencoba untuk mau membunuh tubuh ini kembali.

Ia memikirkan sesuatu yang membuat aku seolah-olah senang dan mau melakukannya, ia membuat aku serasa ingin mau menembaki kepalaku sendiri dengan sebuah senjata, jika senjata tersebut ada ditanganku, ia mengatakan kepadaku dan membuat aku penasaran akan hidup ini setelah aku.

Sehingga dari semua yang ada, muncullah beberapa kata yang terkadang membuat aku mengerti akan arti dan makna dari kata tersebut, tapi hanya mengerti tanpa memahaminya, karena pemahaman terkadang tak penting dalam sebuah pengertian.

Kata itu adalah: “Aku Adalah Langkah Awal Di Tengah Yang Berada Di Akhir”.

Dan setelah dihubungkan dengan apa yang pernah kutulis sebelumnya, maka inilah yang aku pikirkan bahwa aku kalau bukan berada ditengah waktu, maka aku pasti berada diantara akhir dari waktu yang akan berakhir.

Sekian dan salam untuk catatan bodoh hari ini, aku tidak tahu apa yang aku tulis, tapi biarlah semua ini menjadi tulisan kehidupanku sendiri yang dapat kubaca kembali di sedikit waktu yang mungkin akan berbeda nantinya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.