Antara Aku Dan Mataku

Kali ini aku ingin menulis tentang aku dan mataku, aku tidak tahu tulisan seperti apa, tapi inilah yang sedang terpikirkan oleh saat ini, disela-sela waktu yang aku gunakan untu mengerjakan project akhir skripsi yang tak kunjung kelar.

Antara Aku Dan Mataku

Aku tidak tahu apa yang tersimpan disana,
Aku tidak tahu apa tersembunyi disana,
tapi satu yang aku ketahui,
Aku tahu aku ketika aku menutupnya.

Aku akan mengenal diriku,
Mengenal siapa aku sebenarnya,
Jika aku bisa menutupnya,
Menutup mata yang membuatku
Lupa akan siapa aku.

Aku mencintai mataku,
karenanya aku bisa melihat indahnya dunia,
walaupun aku tahu,
keindahan dunia kadang membuatku hampir terbunuh.

Semua ditawarkan kepadaku melalui mataku,
semua yang katanya indah yang dimiliki oleh dunia,
sedetik kucoba untuk menutupnya,
Akhirnya aku sadar satu hal,
Semua tak seindah dari bola mataku.

Semua yang ada tidak memberikan keindahan untukku,
karena matakulah yang menawarkan keindahan itu padaku.

Tanpa mataku semua tidak memiliki arti,
akan tetapi satu hal yang aku ketahui,
Jika aku menutupnya diantara waktu dimana aku berdiri,
aku akan tahu bahwa ada yang sebenarnya aku miliki.

Aku memiliki diri ini,
Duniaku adalah dunia dimana aku bermimpi,
aku memiliki segala sesuatunya disana,
ditempat dimana aku pernah berada.

Sampai pada saat dimana aku terbangun,
Aku lupa bahwa ternyata dunia nyataku,
tak memberikan sebuah arti yang indah,
seperti yang ditawarkan dalam dunia mimpiku.

Tapi aku sama sekali tak peduli padanya,
Jika sejenak kucoba kembali, Untuk menutup mataku,
yang katanya telah membuatku lupa siapa diriku,
maka aku akan tahu, sesuatu yang sama sekali tidak aku ketahui.

Itulah aku,
Itulah hidupku,
Duniaku adalah dunia dimana aku berada,
Sampai pada akhir dimana aku telah tiada.

Napasku sekarang masih menuntunku,
menuntunku untuk menemukan jati diriku,
yang katanya telah lama hilang,
dan tak tahu dimana aku dapat untuk menemukannya.

Jika ada yang bertanya,
mengapa aku seperti ini,
Mungkin aku hanya bisa menjawab
satu jawaban yang membuatku merasakan sebuah kenyataan.

“Aku Berbeda”.

Hingga aku tahu bahwa aku memang berbeda.

Sekian dan salam buat catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.