Suasana Hidup Ku

Kali ini aku ingin menulis tentang suasana hidup ku, sebuah tulisan yang aku kombinasikan dengan sesuatu yang diciptakan dan sebagai alasan untuk kehidupan kita agar agar kita dapat melihat bukan hanya dari apa yang bisa kita lihat dengan mata kita sendiri, akan tetapi dari semua yang sudah ada tapi kita tidak pernah menyadarinya.

Suasana Hidup Ku – Jakarta 27 Mei 2017

Terkadang kegelapan itu datang kedalam hidupku,
Aku bersyukur atasnya, karena satu yang aku tahu,
Ketika malam semakin gelap,
Maka pagi akan semakin cepat untuk datang kembali.

Itulah alasan mengapa aku harus bersyukur,
Itulah alasan bahwa malam tak selamanya akan menjadi malam,
Karena sehabis gelap pasti akan datang terang,
dan sehabis malam, pasti akan datang siang.

Terkadang kehidupanku berangsur-angsur menurun,
Entah aku semakin terpuruk atau semakin dibenci,
Entah aku semakin tidak disukai atau semakin dijauhi,
Aku sama sekali tidak peduli dengan itu.

Aku bersyukur satu hal dalam kehidupan ini,
Karena satu yang aku ketahui,
Bahwa jurang pasti ada dasarnya,
Bahwa sebuah lubang pasti ada dasarnya.

Seberapa jauhpun aku terjatuh,
seberapa dalamnya pun aku terguling,
Aku tahu bahwa ketika aku telah sampai didasar,
Satu yang bisa terjadi, yaitu aku akan naik,
walaupun secara perlahan, aku tahu aku akan naik,
walaupun terjatuh lagi, aku tahu aku tetap akan naik.

Naik dan terus naik, sampai dimana aku kembali,
berada dipuncaknya waktu yang pernah dengan sombong
menjatuhkanku, mengharapkan aku mengikutinya,
tapi aku sama sekali tidak mempedulikannya,
ia tak berhak atasku, karena inilah aku,
yang diciptakan untuk hidup dan berjalan seturut
dan sesuai dengan kehidupanku sendiri.

Terkadang aku tersesat ditengah hutan yang lebat,
Aku tidak peduli dimana aku berada,
Karena satu yang aku tahu, bahwa ada yang harus aku ikuti,
entah arah matahari terbit atau ke arah matahari akan terbenam,
karena dimanapun itu, disana ada sesuatu yang dapat aku temukan.

Terkadang pula hujan datang membahasiku ditengah-tengah dunia,
Tempat dimana aku berdiri dan berlari kemanapun kumau,
Tapi aku semakin tetap berusaha untuk bersukacita,
Karena satu yang kutahu, bahwa sehabis hujan, pasti akan ada mentari.

Terkadang aku berjalan ditengah teriknya panas mentari,
Walaupun tidak ada yang dapat untuk melindungiku darinya,
tapi satu yang ku tahu, angin diciptakan untuk membantuku melaluinya.

Karena seperti itu jugalah kehidupan ini,
Jika Tuhan tidak membantuku untuk menghilangkan rintangan didepanku,
maka IA akan membantuku untuk melewatinya,
agar aku mampu, karena IA masih dan selalu ada untuk orang berdosa seperti aku.

Aku berusaha untuk menjadi orang yang penuh dengan syukur,
Walaupun aku tahu, terkadang bahwa syukur mungkin tak semudah tutur,
tapi aku harus mencoba, agar aku benar-benar bisa mengetahuinya,
dan jika boleh, mungkin aku dapat menjadi bagian darinya.\

Sampai pada akhir dimana waktu membunuhku,
Karena aku tahu, hal itu pasti akan terjadi,
Tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah itu,
karen aku hanya mampu mengingat apa yang bisa untuk diingat.

Sekian dan salam buat catatan ngaur ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.