Mati Tak Bisa, Hidup Pun Tersiksa

Kali ini saya ingin menulis sebuah artikel keluhan “Mati Tak Bisa, Hidup pun Tersiksa”. ini hanya artikel biasa yang sedang dipikirkan dan ingin untuk ditulis dalam blog ini.

Mati Tak Bisa, Hidup Pun Tersiksa

Ada Suara teriakan dari kejauhan sana,
yang mendengar hanya bisa mendengar,
mengabaikan apa yang didengar,
seolah tidak terjadi apa-apa.

Mereka berteriak dengan keras,
tapi apalah daya, semuanya sia-sia.

Ketika mereka ingin keluar,
memberontok dan mengamuk pada semua yang ada,
Agar bisa bebas dari ketersiksaan yang secara tak langsung mereka alami,
akan tetapi mereka mala di teror bahkan dibunuh dengan sadis.

Ketika mereka berteriak dengan keras,
Tak seorang pun yang mendengar,
Akan tetapi ketika mereka ingin untuk keluar secara diam,
banyak mendengar mereka hingga pada saat itu juga, mereka langsung mengahabisi dia yang keluar itu.

Mereka punya segalanya,
tapi semua yang nyata,
seolah-olah hanya menjadi sebuah cerita.

Mereka yang dulu sedikit,
Yang Berjalan di sebuah jalan yang besar,
Semakin jauh mereka berjalan,
Mereka semakin bertambah banyak dan jalan yang mereka jalani semakin sempit.

Ingin berlari agar bisa selamat,
Tapi ditembak hingga mati di tempat.

Dengan keterpaksaan mereka melangkah secara bersamaan pada jalan yang sempit itu,
Tidak peduli apapun yang terjadi, yang penting bisa bersama.

Satu persatu hilang,
jatuh dalam jurang karena tak mampu menampung banyaknya orang yang berjalan pada sempitnya jalan itu.

Mereka hanya melihat apa yang terjadi,
Tertawa dengan bahagia akan keadaan yang telah dialami yang disana.

itulah yang sekarang sedang terjadi,
egois dan ambisi itu masih ada.

Perbedaan masih terlihat jelas,
Jelasnya ibarat sebuah titik tinta hitam diatas sebuah kertas putih.

Mungkin hanya sekecil itu,
untuk mereka yang masih memiliki sifat acuh tak acuh.

Sekian dan salam buat catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.