Mungkin Seperti Ini

Kali ini saya ingin mencatat sebuah catatan mungkin seperti ini. yah, saya juga tidak tahu mengapa saya ingin mencatat catatan ini, tapi intinya aja ialah agar dinding posting ini tidak kosong aja. yah, karena sudah lama sekali tidak posting artikel, jadi mungkin inilah artikel buat hari ini.

Mungkin Seperti ini

Inilah yang terkadang saya pikirkan dalam pikiran saya. yah, hanya terkadang.

Yang dipikirkan ialah “Saya tidak terlalu berharap banyak, intinya adalah saya bisa melihat wajah itu”.

Yah, melihat setiap wajah baru yang saya lewati setiap harinya. Ada beberapa wajah yang terkadang masuk beberapa menit dalam pikiran saya, sehingga terkadang itulah beberapa kata yang sempat terpikir dalam pikiran saya.

yah, saya melihat beberapa wajah yang pergi dan datang melewati saya kemudian mengabaikkan saya yang sedang berdiri.

Mungkin saya bukan orang yang penting, karena memang saya tidak penting, tapi saya bersyukur, karena bisa melihat wajah-wajah unik seperti itu.

yah, itulah yang terkadang terpikir. hingga akhirnya ada beberapa kata yang muncul, yaitu seperti ini:

“Saya tidak tahu siapa diri ini, saya tidak tahu kenapa saya bisa berada ditubuh ini, merasakan seperti ini dan melakukan seperti ini. menutup mata dan merasa bahwa waktu itu terlalu singkat, semua kejadian tidak akan dilihat karena saya berada dilain. dan saya tidak berada di tubuh yang lain. yah, hingga akhirnya saya berpikir bahwa,

wajah itu mungkin hanya beberapa menit dalam pikiran saya, walaupun saya tidak mengingatnya, saya yakin semuanya itu telah tersimpan dalam memori saya yang paling dalam.

memori ini akan dibuka kembali setelah saya memasuki kehidupan kedua saya. yah, dan disitulah saya akan menemukan semua orang yang pernah mengabaikkan saya itu.

Semua lembaran akan dibuka kembali, kita semua akan bertemu dan saya juga pasti akan melakukan hal yang sama.

sehingga ketika mereka memanggil saya untuk bertemu dengannya, maka saya akan balik dan mengatakan bahwa kamu sendirilah yang pernah melakukan hal seperti ini terhadap saya sebelumnya, dan sekarang saya hanya menggenapi apa yang pernah kamu lakukan. yah, hanya menggenapi saja.”

Mungkin seperti itu catatan untuk kali ini yang pernah terpikir dalam setiap menit detik perjalanan saya.

Sekian dan salam buat catatan biasa ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.