Perumpamaan Kehidupan Dari Sebuah Film

Kali ini saya ingin menulis sebuah artikel perumpamaan kehidupan dari sebuah film. yah, ini adalah sebuah cerita yang menarik tentunya, buat saya dan buat kehidupan ini. karena sudah
lama juga tidak pernah menulis, jadi mungkin inilah cerita yang tidak penting namun penting. yah, begitu saja.

Perumpamaan kehidupan dari Sebuah Film

The Finest Hours adalah film yang baru keluar di tahun 2016, film yang berasal dari sebuah kisah yang nyata, katanya. itulah cerita dari film ini.

Film ini menceritakan tentang badai yang sangat besar yang terjadi di tengah lautan, hingga ada 2 kapal yang secara bersamaan pada waktu yang bersamaan terjebak ditengah badai ini. yah,
ceritanya seperti itu.

Kapal yang kedua tidak terlalu diperlihatkan secara jelas, tapi kapal yang pertama inilah yang diperlihatkan dengan jelas, dari awal sebuah film sampai akhir. yah, sebuah kapal yang berada ditengah badai, ombak yang sangat besar hingga membuat kapal ini terbelah menjadi 2 bagian, bagian yang pertama telah tenggelam dan sekarang tinggal bagian yang kedua dengan beberapa orang yang masih bertahan hidup pada menit-menit terakhir katanya.

yah, itulah kisah yang dapat dikaitkan dengan kehidupan ini.

Sekarang semua telah terjadi, pertanyaannya adalah siapa yang mau berani mengorbankan nyawanya untuk melewati kemustahilan untuk menyelamatkan orang-orang yang berada didalam kapal ini?

Pertanyaannya tentu sangat mudah untuk diajukan, tapi untuk jawaban dari pertanyaan itu sendiri, tentu tidak semudah dalam membuat pertanyaan ini. yah, karena setiap jawaban adalah
tanggungjawab yang bukan hanya dijawab, tapi dilakukan.

kisah yang sangat mengharukan, karena akhirnya ada 1 orang dengan tekad yang sangat kuat yang mengantarkan mereka ( ada 4 orang ) untuk pergi menjemput kapal yang sedang berada diantara gelombang laut yang sangat besar, kalau mau dibilang dalam kata kasarnya, ini berada diantara hidup dan mati.

Mungkin seperti itu.

Tidak ada tujuan, itulah yang terjadi, ketika peta yang mereka gunakan hilang dibawah gelombang, karena kapal yang mereka gunakan, tidak sebesar gelombang yang mereka lewati. yah, dapat
dikatakan seperti itu.

Jalan dengan harapan, tapi tanpa tujuan. itulah yang terjadi.

setelah mereka berjalan dari sekitar siangan sampai waktu malam tiba, akhirnya mereka berhasil menemukan kapal tersebut yang sedang terapung diatas air, yah, mereka membawa kapal yang kecil dengan jumlah orang yang sangat banyak.

Ada yang pernah berkata bahwa “Sepertinya kita harus membawa sebagian terlebih dahulu, nanti baru kita kembali untuk mengambil sisanya”. yah, ada yang berkata seperti itu, tapi dengan penuh harapan seorang yang memiliki tekad yang besar ini menjawab bahwa “Kita tak boleh meninggalkan mereka, kapalnya akan segera tenggelam. kita hidup bersama-sama atau kita mati bersama-sama”.

yah, akhirnya mereka selamat sampai di tujuan mereka.

Itulah kisah yang menurut saya dapat dikaitkan dengan kisah yang mungkin kadang terjadi dalam kehidupan seseoarang. yah, mungkin seperti itu.

Ketika seseorang lagi sedang dilanda oleh gelombang kehidupan, siapakah yang akan datang bersamanya?

Jika itu terjadi, maka disitulah saatnya orang tersebut dapat menilai bahwa orang yang hadir diantara dia dan gelombang tersebut adalah orang yang penuh ketulusan yang akan memberikan
harapan besar bagi mereka sampai pada akhir dimana mereka bertahan.

Sekian dan salam buat catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.