Sehat Itu Pilihan

Kali ini saya ingin mencatat sebuah artikel tentang Sehat Itu Pilihan. yah, ini adalah artikel biasa dari pengalaman atau yang pernah terpikirkan dan sebagainya yang ingin saja untuk dicatat dalam blog ini. sebenarnya sih judulnya bukan Sehat Itu Pilihan, tapi karena sudah tidak ada judul yang terpikir, jadi yah, judul tersebutlah yang ingin untuk digunakan.

Sehat Itu Pilihan

Sehat itu pilihan karena kesehatan itu kita yang memilih. yah, ketika kita khawatir akan kesehatan kita, maka kita tidak memilih kesehatan pada diri kita, apapun itu, kalau hal yang negatif yang kita pikirkan tentang kesehatan, maka itulah yang akan datang dalam hidup kita titik.

Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa kesehatan itu adalah sebuah pilihan.

Yah, kita sendiri yang memilih bagaimana kesehatan itu ada pada diri kita sendiri.

Menurut saya, kita adalah manusia yang sempurna yang telah diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, karena tidak ada yang Tidak Sempurna yang diciptakan oleh Tuhan. yah, hanya saja kita sering mengatakan bahwa kita manusia ini tidak sempurna. yah, sehingga itu bertentangan dengan apa yang dikehendaki oleh Tuhan.

Ibaratnya seperti ini:

“Anda seorang Profesor yang telah bersusah payah menciptakan sebuah robot yang menurut Anda itu sudah sempurna, yah, karena robot tersebut dapat berbicara dan mempertimbangkan suatu atau berbagai hal”.

yah, namun suatu saat robot tersebut bilang didepan anda bahwa dia tidak sempurna, yah, dia tidak menghargai dirinya sendiri yang telah diciptakan dengan susah payah oleh anda.

Ketika ia mengatakan kata tersebut, ia menunjukkan bahwa ia menjelekkan apa yang anda ciptakan yang ada pada dia, dan tentu ini akan membuat anda sendiri sakit hati, karena yang anda ciptakan pun tidak menghargai atau menganggap baik apa yang telah anda buat.

Mungkin seperti itu, tapi kalau masih tidak tangkap, abaikan aja, biar lanjut ke pembahasan selanjutnya.

Ketika kita mengatakan bahwa diri kita tidak sempurna, kita memberi batasan dengan ketidak sempurnaan yang sering kita ucapkan kepada diri kita sendiri, sehingga semua yang ada pada diri kita mengikuti apa yang kita katakan, karena Jujur, “Tuhan menciptakan tubuh kita agar dapat mengikuti apa yang kita inginkan, dan keinginan itu terletak pada apa yang kita ucapkan dan pikirkan serta rasakan“.

Yah, kita diberi kebebasan untuk mengatur kemana tubuh kita ini akan diarahkan. mungkin seperti itu.

Oh ia, satu lagi yang terpenting yang ingin saya katakan ialah mengapa saya mengatakan bahwa kita ini adalah makhluk yang sangat sempurna? karena:
1. Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yang tidak sempurna
2. Kita sempurna dalam batas kesempurnaan, artinya ada batas yang tidak melebihi dari batas kesempurnaan itu.

yah, mungkin seperti itu, dan ketika ada yang mengatakan bahwa manusia itu tidak sempurna, berarti dia sangat berdosa besar, itu menurut saya, karena ia telah membandingkan manusia dengan Tuhan.

yah, karena kita sudah sempurna diantara manusia yang satu dengan yang lainnya, dan itulah batasan kita.

Setelah membahas mengenai kesempurnaan, kita akan lanjut ke bagian kesehatan.

Karena saling berkaitan, yaitu bahwa kita adalah makhluk yang paling sempurna dalam batas sempurna, kita diberi kebebasan untuk mengatur hidup kita sendiri, apa yang kita inginkan, kesehatan atau kesakitan, itu semua terletak pada apa yang kita pikirkan dan katakan. yah, jadi ketika anda mengatakan bahwa sakit, maka anda telah menyuruh bagian sel anda yang bekerja untuk menyehatkan tubuh anda berhenti untuk bekerja, sehingga anda menjadi sakit nantinya.

Mungkin seperti itu.

Saya pernah membaca sebuah buku tentang pengembangan Kepribadian, ia mengatakan bahwa setiap orang memiliki 10 Triliun sel yang bekerja dalam tubuh mereka masing-masing, dimana setiap sel memiliki fungsi dan tujuan masing-masing.

Katanya sel-sel ini membentuk regu untuk mempertahankan tubuh kita agar tetap sehat, tegar dan sebagainya, tanpa kita perintahkan ia akan bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Contoh sederhana saja katanya ialah ketika kulit kita tergores hingga berdarah, sel akan mengirim regu pembeku darah ke arah dimana luka itu ada, sehingga darah yang tadinya mengalir akan membeku. setelah darah tersebut beku, sel akan mengirim regu sel yang lain yang bertugas untuk membuat kulit kita menyatu kembali dan utuh seperti semula.

yah, itulah kerja sel yang tanpa kita ketahui telah melakukan apa yang harusnya ia lakukan dan itulah yang dikatakan oleh buku tersebut.

Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa kita dapat menyembuhkan diri kita sendiri, karena setiap sel yang banyaknya sampai triliunan ini dibuat oleh Tuhan untuk mengikuti apa yang kita perintahkan baik dan buruknya itu, bahkan sebelum kita perintahkan ia akan bekerja seturut dengan tugas mereka masing-masing untuk mempertahankan tubuh kita tetap sehat.

yah, tapi apakah Anda percaya pada sel anda sendiri atau tidak, semua tergantung pada Anda.

Setelah saya membaca semua tentang sel tersebut, artinya saya mendapatkan sebuah perumpamaan sederhana tentang bagaimana mengontrol kesehatan kita. perumpamaannya itu seperti ini:

Coba anda ikuti apa yang saya perintahkan
1. Gerakan Tangan Anda 2 Kali.
2. Gerakkan Kepala Anda.
3. Lihat Di Sekeliling Anda.

Setelah itu, sekarang saya punya pertanyaan kepada Anda, yaitu:

1. Siapa yang menggerakkan tangan anda?
2. Siapa yang menggerakkan kepala anda?
3. Siapa yang menggerakkan mata anda?

Saya tahu, pasti jawaban anda ialah Sayalah ( Anda Sendiri ) yang menggerakkannya. mungkin itu adalah jawaban Anda, ia kan? pasti, semua orang juga pasti akan mengatakan hal yang sama.

Tapi jujur saja, saya dapat mengatakan bahwa bukan anda yang menggerakan:
1. Tangan Anda
2. Kepala Anda
3. Mata Anda,

Tapi sayalah yang menggerakkannya. mengapa saya mengatakan saya yang menggerakkan tangan, kepala dan mata anda? karena saya menyuruh anda untuk melakukan hal tersebut, dan anda melakukannya.

yah, anda melakukannya karena saya yang menyuruh anda.

Setelah itu, saya punya 1 pertanyaan, yaitu:
1. Anda sendiri bisa menggerakkan tangan, kepada dan mata anda tanpa perintah dari saya, tapi kenapa anda masih menunggu perintah dari saya untuk melakukannya?
2. Apakah perintah saya berpengaruh besar terhadap diri anda?

Sebenarnya kalau untuk yang nomor 2, dapat saya katakan bahwa saya tidak memiliki pengaruh atas diri anda, karena Anda sendirilah yang memiliki pengaruh besar terhadap diri anda, anda memiliki kontrol dan dapat mengaturnya sesuai dengan keinginan anda.

Setelah perumpamaan itu selesai, mungkin Ada yang bertanya-tanya bahwa bahwa arti dari perumpamaan ini apa? yah, artinya itu seperti ini.

Ini menurut saya bahwa “Obat-obatan yang anda minum untuk membuat diri anda sehat itu sangat tidak berpengaruh terhadap diri anda, karena obat tersebut tidak dapat mengontrol anda, anda sendirilah yang dapat melakukannya”.

Dari perumpamaan diatas, Anda ialah diri anda, sedangkan saya ialah obat tersebut yang anda gunakan untuk menggerakkan tubuh anda.

Yah, Sebenarnya obat tersebut yang sering anda minum untuk sehat, itu tidak membuat anda sehat, ia hanya memberitahukan anda agar anda memberitahukan ( mengontrol ) kepada setiap sel yang ada dalam tubuh anda untuk melakukan pekerjaannya.

Yah, intinya ialah kalau anda sendiri bisa secara langsung menyuruh sel-sel dalam tubuh anda untuk bekerja dan menyembuhkan penyakit anda, kenapa anda harus menunggu perintah dari obat-obatan yang anda minum untuk menggerakkan sel-sel anda? karena saya rasa itu tidak berguna.

Jawabannya ada pada diri anda sendiri.

Oh ia, satu catatan penting yang perlu untuk diperhatikan ialah bagaimana cara untuk mengotrol sel-sel dalam tubuh kita ialah melalui pikiran dan perkataan serta perasaan.

Sedikit Cerita:

Beberapa hari yang lalu, tepat jam 12 malam lewat beberapa menit, saya terbangun, kepala saya sangat sakit pada waktu itu, kalau boleh mengatakan permisi, pada waktu itu juga saya muntah-muntah. yah, setelah beberapa lama ( dari SMP ) tidak pernah muntah, akhirnya saya muntah juga pada waktu itu.

Saya tidak bisa tidur, karena kepala dan perut yang begitu sakit. saya tidak penyebabnya apa, karena saya juga tidak ingin tahu.

Setelah itu khawatir mulai muncul, karena hari dimana saya sudah mulai sakit adalah hari dimana saya sedang mengikuti Ujian Akhir Semester. yah, itulah yang saya pikirkan. setelah siang saya bangun, tubuh begitu sangat tidak enak, seolah-olah tidak bisa jalan, karena kepala yang sangat pusing.

jangankan mau jalan, mau mandipun tidak bisa, karena ada kepikiran bahwa tidak boleh mandi. yah, pikiran membatasi apa yang seharusnya saya lakukan. Setelah itu saya ingat beberapa kata yang pernah saya baca dari buku pengembangan kepribadian, yang berkata bahwa “Aku adalah tuan atas pikiranku”.

Yah, kata-kata tersebut saya ucapkan berulang kali, agar setiap pikiran negatif hilang dari pikiran saya, dan setelah memikirkan hal tersebut, saya berusaha untuk memikirkan bahwa saya sudah sehat.

Saya selalu bertanya kepada diri saya sendiri bahwa apakah saya sehat-sehat saja? dan saya sendiri menjawab bahwa saya sehat-sehat saja.

yah, dan kata-kata itulah yang membuat saya mandi dan berangkat ke Kampus dengan keadaan yang hanya memikirkan kata sehat. setelah itu, setelah pergi dan pulang dari kampus, saya lupa bahwa saya sakit dan saya juga langsung merasa baikan.

yah, pikiran yang saya pikirkan tentang seheat memberi instruksi kepada sel-sel saya untuk melakukan pekerjaan yang harus ia lakukan. mungkin seperti itu cerita saya.

Yah, mungkin itulah perumpamaan tentang kesehatan yang ingin saya catat dalam blog ini bahwa sehat itu sebearnya merupakan salah satu pilihan. Sekian dan Salam buat catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.