Siapa Aku?

Aku selalu bertanya, siapakah aku? aku bukan siapa-siapa. yah, itu benar. “aku bukan siapa-siapa”. Sekarang itu adalah jawaban untuk diriku yang selalu bertanya “Siapa aku?”.

Aku selalu duduk di depan komputer, ditemani dengan sebuah video atau biasa juga dengan sebuah musik. Blog adalah sahabaku, teman yang selalu ada untuk mendengar semua ceritaku.

Terkadang aku tidak melakukan banyak hal dan tidak terlalu banyak berinteraksi dengan orang-orang disekitarku dalam dunia nyataku,  sehingga itu membuat aku semakin menjadi orang yang bukan siapa-siapa.

Aku selalu tidak dianggap dalam dunia nyataku, tapi aku selalu menganggap bahwa itulah diriku.

Terkadang aku ingin melakukan sesuatu untuk menjadi lebih baik, tapi sebenarnya itu bukan membuat aku menjadi lebih baik, akan tetapi semakin membuat aku terlihat bodoh.

yah, aku terlihat bodoh jika ingin melakukan sesutu untuk menjadi lebih baik.

Akhirnya aku tahu, agar aku bisa melakukan sesuatu, maka aku harus mengetahui diriku sendiri. yah, aku harus bertanya pada diriku bahwa “aku ini siapa?”.

Yah, itulah yang mungkin harus aku lakukan agar aku tetap bisa menjadi sesuatu untuk diriku sendiri.

Aku terlalu banyak bertanya “Siapakah Aku?” dalam setiap ruang waktu yang ada, akan tetapi aku tidak pernah mendapatkan jawaban dari setiap pertanyaanku sendiri. yah, itulah yang membuat aku terkadang belum bisa untuk melangkah lebih jauh lagi.

Hingga akhirnya jawaban itu datang, ketika aku belajar untuk melupakan pertanyaanku yang belum pernah bisa untuk ku jawab. yah, aku berhenti. itulah keputusan akhirku.

Setelah aku berhenti untuk bertanya kepada diriku sendiri, disitulah jawabannya datang dengan sendirinya, sehingga aku tahu bahwa “Aku ini bukan siapa-siapa”.

Agar aku bisa menjadi siapa-siapa untuk orang lain, maka aku harus membuktikan kelebihanku kepada mereka yang masih belum menganggapku ada. yah, mungkin seperti itu.

Akan tetapi setelah waktu berjalan dan terus berjalan, aku mendapatkan sebuah pertanyaan bahwa

“Apa keuntungan buatku, agar aku bisa dianggap?”

“Apa keuntungan buatku, ketika aku bisa membuktikan sesuatu kepada mereka yang masih belum menganggapku?”

Tidak ada..!!

yah, tidak ada sama sekali. sehingga akhirnya aku tahu, bahwa

Menjadi “Bukan siapa-siapa” itu lebih baik dibandingkan menjadi “Siapa-Siapa”.

Sekian dan salam buat catatan “Siapakah Aku?”.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.