Tidak Ingin Terlihat Tua

Kali ini saya ingin mencatat sebuah catatan kehidupan mengenai “Tidak Ingin Terlihat Tua”. yah, ini adalah apa yang pernah saya lihat ketika sedang dalam perjalanan. dapat dikatakan bahwa ini adalah cerita kehidupan.

Tidak ingin terlihat tua

Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan sebuah kisah atau sebuah cerita kehidupan yang sedikit mengesankan. yah, kalau mau dibilang sih seperti itu. ceritanya itu seperti ini

saya tidak ingin hari apa ini kejadiannya, yang jelas pada waktu itu saya pulang kuliah, sama seperti biasa, kendaraan yang saya tumpangi adalah Kereta Api.

Yah, kereta Api.

Setelah naik di kereta tersebut, penumpangnya sepi, yah, sepi. karena masih siang dan belum banyak orang yang pulang atau pergi. hingga akhirnya, tempat duduk banyak yang kosong. yah, terlihat seperti itu.

Setelah kereta yang saya tumpangi itu berangkat, kira-kira telah melewati 2 stasiun ( kalau tidak salah ), dimana stasiun terakhir sebelum kejadian ini yang kereta saya tumpangi lewat adalah stasiun Taman Kota. yah, stasiun taman kota ( saya dari stasiun Grogol ).

Setelah kereta tersebut berjalan menuju Stasiun Bojong Indah, tiba-tiba ada seorang bapak-bapak agak tua. yah, usianya kira-kira sudah 50’an muncul dari Rangkain kereta dibelakang rangkaian kereta yang sedang saya duduki. yah, bapak tua itu setelah menginjakkan kakiknya di rangkain kereta tempat saya duduk, ia langsung menoleh ke Kanan.

yah, langsung menoleh ke kanannya. dan ternyata, tempat duduk disitu itu kosong tapi dia berjalan terus, seolah-olah dia tidak melihatnya.

Yah, setelah itu, ia pergi ke tengah dari kereta itu kemudian duduk diantara om-om yang lagi duduk. yah, mungkin seperti itu.

Saya juga bingung, kok bapak-bapak itu tidak mau duduk yah dikursi yang dekat sambungan antara kereta yang satu dengan yang lain, padahal jelas-jelas kursinya itu kosong ( Masih bisa diduduki oleh 2 orang lagi ). yah, setelah saya pikir-pikir beberapa menit, akhirnya saya tahu kalau ternyata ada sesuatu dan lain hal yang mengganjal hati
dari bapak-bapak agak tua tersebut. yah, sesuatu dan lain itu adalah:

Kursi yang kosong itu adalah kursi prioritas, dimana kursi tersebut ditujukkan untuk:
1. Wanita Hamil
2. Penyandang Cacat
3. Ibu Membawa Anak
4. Lanjut usia.

Nah, disini nih pada poin ke empat yang saya maksudkan. ternyata dia tidak mau dibilang orang yang sudah lanjut usia.

yah, setelah tahu hal tersebut, akhirnya saya sempat senyum beberapa menit, karena sifat orang tua tadi yang tidak mau dibilang tua. yah, itu bagus, semangat yang bagus.

sekian dan salam buat catatan kali ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.