5 Detik Perjalananku

Kali ini aku ingin menulis tentang 5 Detik Perjalananku, ini adalah catatan kehidupan yang sempat aku alami dalam hidupku, walaupun tak seindah tulisanku, tapi inilah hal yang dapat diingat kembali ketika telah di lupakan di ruang waktu yang mungkin akan datang.

5 Detik Perjalananku

Di dalam tengahnya waktu di malam hari, Aku terbangun dari tidurku yang dapat dikatakan sedikit nyenyak. Ketika aku terbangun, tubuh ini tiba-tiba menjadi ringan tak bertulang.

Napas ini kutarik dengan kosong, seolah-olah bayangan ini telah pergi ke tempat dimana seharusnya ia berada sesudah waktu ini.

Aku ingin berteriak dengan kencang di waktu ini, tapi aku berusaha menahannya agar hal tersebut tak aku lakukan di malam ini. aku ingin menangis, tapi aku rasa itu tak perlu aku ucapkan.

Pikiran yang pertama muncul ialah aku ingin menghubungi orang tuaku, mengatakan apa yang aku alami, sebelum semuanya hilang dan tak dapat untuk terulang, tapi aku berusaha untuk menahanannya, aku tidak ingin melakukannya, walaupun pikiranku memaksa untuk melakukannya, hati ini berusaha untuk melawannya.

hati dan pikiranku seolah-olah berkelahi, berdebat tentang sebuah keputusan yang aku sendiri bingung harus memilih yang mana, apakah kata hatiku atau kata pikiranku.

Sedikit waktu kuambil dan kuputuskan untuk tidak mengikuti apa kata pikiranku, dalam hal ini kata hatikulah pemenangnya. yah, sehingga aku tertidur dengan perlahan aku menarik napas ini, sambil merasakan dimana akhir dari napas ini akan terhenti.

Aku takut dan semakin takut, karena harus meninggalkan dunia ini. dengan tanpa sadar mata ini seolah-olah mau tertutup, jiwa ini pergi dan melayang ke suatu tempat  yang jauh dari bumi, aku berdiri dan melayang, mengapung di  tengah-tengah dari alam semesta. aku melihat lukisan warna semesta yang agak kemerahan, diterangi dengan
banyak bintang.

Aku seolah-oleh berada dalam 2 ruang waktu sekaligus, yaitu waktu nyataku, dimana tubuhku terbaring dan waktu yang tidak nyata, dimana jiwa ini berada.

Rasa takut semakin besar, akhirnya beberapa kata secara  tak  sadar aku keluarkan, memohon sebuah kesempatan untuk hidup di dunia ini, aku tidak ingin semuanya berakhir secepat ini, karena aku masih mau melanjutkannya.

Aku tidak tahu apa yang aku ucapkan, tapi ketika kejadian ini terjadi, aku merasa aku telah ditinggalkan oleh Pencipta ku, aku telah diabaikan dan mungkin menjadi sesuatu yang terlupakan, oleh karena aku sendiri.

Tubuh ini kosong, pikiran kacau karena telah terabaikkan. aku masih tetap terbaring dan sesekali berusaha untuk terbangun, menjaga agar aku tak benar-benar berpisah dari tubuhku sekarang, karena ketika itu terjadi, aku yakin, kesepian akan melanda dan semua akan terjadi seperti yang aku bayangkan.

Dalam waktu yang sedikit singkat, aku seolah-olah menjadi orang yang telah mengingat Sang Pencipta, nama Tuhan ku, ku ucapkan secara berulang, aku tidak peduli apakah aku ini orang berdosa atau sebanyak apapun dosaku, karena yang aku tahu saat ini ialah IA adalah kesempatanku, dan IA juga adalah harapanku, hingga akhirnya aku merasakan bahwa tubuh ini sudah mulai berat, napas ini sudah mulai teratur, hingga akhirnya aku sadar, bahwa aku telah kembali, dimana tubuh dan jiwa ini telah menyatu.

Sekian Kisah 5 Detik Perjalananku.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.