Kisah Hari Ini – Merekam Sweeping

Kali ini saya ingin menceritakan kepada blog saya tentang merekam sweeping. yah, ini adalah kisah untuk hari ini yang menurut saya penting untuk dicatat pada blog ini, agar ini dapat menjadi cerita kelak ketika ingin untuk dibaca kembali.

Merekan Sweeping – Jakarta, 1 Februari 2015

Sebenarnya saya juga tidak terlalu tahu apa itu artinya Sweeping, tapi inilah yang saya ketahui tentang sweeping. Ketika kata sweeping terucap, maka yang pertama terkadang muncul dari pikiran saya ialah Razia, entah itu untuk kendaraan bermotor dan sebagainya.

yah, itulah yang saya ketahui tentang sweeping. Mungkin salah, saya juga tidak tahu.

Kisah hari ini sangat berkenaan dengan nama sweeping, karena memang, inti dari pembahasan ini ialah tentang sweeping ini.

Tadi kira-kira jam 3’an sore, saya dan teman saya pulang dari Kampus. Yah, karena teman saya kebetulan membawa motor dan kita juga searah, akhirnya saya numpang dengan dia agar bisa turun di stasiun kereta api buat ngelanjutin perjalan saya ke tempat dimana saya tinggal.

Yah, ceritanya seperti itu.

Sama seperti biasa, karena saya numpang, jadi saya tidak membawa helm. Yah, dan akhirnya cerita ini dimulai dari hal seperti ini.

Setelah kami berangkat dari Kampus, hingga pada saat dimana kami sampai di Stasiun Grogol – Jakarta Barat, Pas di putaran ( Bawah – Fly Over ), kira-kira 20 meter di depan kami terdapat 3 orang yang menggunakan kostum Polisi ( Lantas ) yang sedang melakukan Razia. Yah, terlihat seperti itu.

Setelah itu, teman saya sedikit gugup ( katanya seperti itu aja lah ), hingga akhirnya dia berhenti di pinggir dari jalan tersebut dan saya pun turun, karena memang, pada saat itu posisi saya lagi melanggar aturan, yaitu tidak menggunakan helm.

Setelah saya turun, teman saya berjalan ke arah dari 3 orang tadi yang menggunakan kostum polisi ( Lantas ). Karena mungkin tadi berhenti, akhirnya teman saya ditahan, dengan alasan melawan arah ( berhenti atau apalah, yang jelas seperti itu ).

Setelah itu saya berjalan hingga berhadapan dengan posisi dari ke-3 orang tersebut, tapi kami bersebrangan. yah, mereka di sebrang jalan sini dan saya dibagian sana ( penjelasannya seperti
itu ).

Menatap ke arah teman saya yang masih berbicara dengan salah satu dari 3 orang tersebut. Setelah mengambil dompet, dari kejauhan teman saya menarik uang sebesar 50 ribu rupiah dan diambil oleh salah seorang yang menggunakan kostum polisi tersebut.

Yah, setelah melihat kejadian itu, saya langsung menarik hp saya dan merekam kejadian itu. yah, tapi saya tidak terlihat seperti seseorang yang lagi merekam, soalnya hp saya pegang seperti biasa dan kameranya saya arahkan kepada mereka yang lagi berdiri tepat di sebelah jalan.

yah, setelah itu saya tidak tahu apa yang dilakukan teman saya, karena saya melihat salah seorang dari ketiga orang tersebut yang mengambil uang 50 ribu teman saya itu berjalan menuju ke arah saya dan menyapa saya.

Mungkin dia sudah curiga. yah, mungkin saja.

Setelah itu, dari jauh mukanya dipasang sedikit seram dan menatap ke arah saya. karena kita saling bertatapan, hingga akhirnya sampai di dekat saya di tersenyum terlihat seperti agak takut gitu, soalnya hp saya pegang dan layarnya saya tempelkan pada perut saya agar kameranya tenang.

yah, setelah itu sementara senyum ia bertanya:

Orang itu: “Dari mana?”

Saya: “Dari Sana”.

Setelah saya mengatakan hal tersebut, dia melihat ke arah hp saya, setelah di tanya.

Orang itu: “Kamu buat apa? kamu ngerekam yah?”

Saya: “Ia” ( sambil menunjukkan layar yang sementara merekam ke arah polisi tersebut ).

Setelah itu, dia langsung menggandeng tangan saya dan membawah ke seseorang yang kayaknya pangkatnya masih diatas dia. yah, dan memanggil namanya seperti ini:

Orang itu: “Pak, orang ini merekam”.

yah, setelah itu 2 orang yang tadi terlihat sedikit panik, dan mendatangi saya dan menyuruh saya untuk menghapus rekaman tersebut. yah, saya hanya tersenyum dan mengikuti apa yang mereka katakan.

Yah, saya juga pada saat itu mentalnya langsung jatuh, karena jujur saja, saya tidak pernah berhubungan sama orang-orang ini dan tidak mau aja ada hubungan sama mereka.

Setelah itu yang satu tambah panik, hingga akhirnya dia menyuruh saya untuk memeriksa semua rekaman saya, hingga akhirnya dia melihat sebuah rekaman yang ada baju hijaunya, dan dia mengatakan seperti ini:

Orang itu: “itu juga tuh, yang tadi, yang tadi, ada baju hijaunya”.

Saya: “Tidak ada, ini video adik saya”.

yah, setelah itu saya merasa kayak gimana gitu, soalnya baru kali ini saya buat mereka panik, walaupun saya juga panik, apalagi pada saat awal dimana ia menggandeng tangan saya dan di bawah ke atasan dia (yang pangkatnya lebih tinggi), serasa saya lagi buat masalah besar gitu.

yah, itu yang saya rasakan.

Setelah semua terhapus, kata terkahir yang dikatakan oleh orang yang mengambil uang dari teman saya itu ialah:

Orang itu: “Kamu wartawan dari mana?”

Saya: “Wartawan? bukan, saya Mahasiswa”.

Setelah mengatakan kata tersebut, akhirnya saya pergi meninggalkan mereka bertiga dan pergi ke arah teman saya yang lagi menuggu di jarak 60 meter dari tempat tadi. yah, walaupun saya sudah menghapus rekamannya, saya rasa kayak senang banget, ternyata ketiga orang tadi yang menggunakan kostum polisi itu ternyata panik juga yah.

yaya, saya tidak tahu bagaimana kelanjutannya tadi kalau saya memaksa untuk tidak menghapusnya, intinya saya tidak mau aja berurusan sama orang-orang ini. itu aja.

Sekian dan salam buat cerita hari ini, semoga dapat diingat kembali di lain waktu ketika membacanya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.