Sampai Jumpa “Cerita”

Kali ini aku ingin menulis tentang sampai jumpa “Cerita”, karena ini adalah bagian dari kehidupan yang telah terlewati, tapi aku tidak tahu, apakah aku masih bisa mengingatnya lagi di lain waktu yang akan datang atau tidak, tapi yang jelas, aku ingin menulisnya terlebih dahulu, sebelum waktu berjalan terlalu jauh lagi.

Sampai Jumpa Cerita – Duripoku, 1 November 2017

Aku tidak tahu harus berkata apa, aku juga bingung, harus mulai dari mana, yang jelas, apa yang tertulis disini adalah apa sedang atau tiba-tiba muncul dalam pikiran ini pada saat ini.

Waktu berputar sudah sangat cepat, itu yang aku ketahui sekarang, karena apa yang terjadi, itulah yang membuktikan bahwa waktu ini sangat sombong, ia tak pernah sedetikpun untuk mencoba berhenti atau memperlambat jalannya. Yah, itulah yang terjadi.

Satu yang aku ketahui saat ini ialah baru kemarin aku kuliah, aku masuk, mendaftar, mencari tempat tinggal, belajar, bermain, menahan lapar, memilih dan mengumpulkan uang receh, belajar untuk bersabar, dan banyak hal yang aku pelajari, termasuk kejujuran dan kebohongan.

Semua itu serasa belum cukup untuk saat ini, walaupun aku tahu, bahwa waktu dimana aku lalui semua itu, aku merasa bahwa mungkin aku harus mengakhirinya, tapi aku percaya di saat yang sama bahwa:

“Aku sama sekali tidak menginginkan hal semacam ini, tapi jika memang hal tersebut telah terjadi, maka aku harus tetap untuk belajar bagaimana cara untuk bersyukur kepada Sesuatu yang telah memberikan semua itu kepadaku”.

Itu yang aku ketahui. Yah, mungkin hanya itu.

Setelah waktu berlalu, 5 tahun yang terlewati itu serasa seperti aku mencoba untuk membalikkan telapak tanganku saat ini, dan seperti itulah memang yang telah terjadi.

Catatan ini akan mengingatkanku tentang kisah kehidupanku, dimana saat ini aku telah selesai atau menyelesaikan langkah perkuliahanku, sekarang tinggal beberapa hal lagi yang perlu aku tulis disini, sebagai bagian dari sebuah cerita yang katanya berlalu begitu cepat, dimana yang belum tercapai ialah:

– Pekerjaan
– Berkeluarga
– Meninggalkan semua cerita

yah, sekarang aku menunggu, apakah semuanya akan tetap cepat berlalu seperti waktu yang telah berlalu atau mungkin akan sedikit berbeda. Aku tidak tahu, sungguh, aku mengatakan sebuah kebenaran, yaitu aku sama sekali tidak mengetahuinya.

Aku tunggu cerita selanjutnya. Akan kutunggu sampai cerita ini tergenapi bahwa semuanya memang berlalu begitu cepat.

Sampai jumpa “Cerita”, aku tahu, banyak hal yang ingin aku tulis saat ini dalam kertas ini, tapii aku rasa tidak perlu, karena sebagai besar dari ceritaku pernah tertulis di waktu dimana semuanya terjadi, jadi aku tidak perlu lagi untuk mengulangnya lagi. Intinya ialah banyak yang aku pelajari daripadamu cerita, aku mungkin akan melupakanmu suatu saat nanti, tapi tulisan ini tak akan pernah meninggalkanku selamanya, sampai itu memang benar-benar terjadi.

Sekian dan salam buat catatan ini.

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.