Pengalaman Berkenalan

Kali ini saya ingin bercerita tentang Pengalaman Berkenalan dengan seorang gadis, yah, ini hanya sebuah cerita yang pernah dijalani. mungkin agar bisa tetap untuk diingat, maka saya rasa perlu untuk ditulis dalam blog ini. yah, ini adalah cerita keseharian yang pernah di lalui aja. Mungkin tidak terlalu Penting.

Pengalaman Berkenalan

Jakarta – Rabu, 12 Mei 2015.

Saya pernah berkenalan dengan seorang gadis, yah, ini hanya pengalaman pertama saya, ketika belajar untuk berkenalan dengan seorang gadis. yah, pengalaman pertama.

Sebenarnya tidak memiliki maksud apa-apa selain hanya ingin untuk berkenalan dan mencoba nyali aja, apakah saya berani atau tidak. yah, ini hanya masalah berani dan tidaknya.

Awalnya itu seperti ini.

Pada saat pagi Pukul 06:40’an saya berangkat dari kost saya menuju Ke Kampus. yah, sama seperti biasa, keluar dari rumah, terus naik angkot ke jalan daan Mogot ( Terminal Kalideres ), setelah itu baru naik Kopaja 95 Menuju Gorogol.

Dalam perjalanan, nampaknya Kopaja yang saya tumpangi ini penumpangnya tidak terlalu banyak, sehingga ia mengejar Kopaja yang berada di depan untuk mengoper penumpannya ke Kopaja yang berada di depan.

Yah, setelah dapat sebuah Kopaja yang berada di depan, akhirnya kami di oper ke kopaja tersebut. nah, disinilah cerita itu dimulai.

Pertama saya masuk terus langsung duduk di sampingnya. yah, samping dari gadis yang nantinya akan saya ajak untuk berkenalan.

Pertama sih masih tidak kepikiran, yah, awalnya sih tidak. setelah Kopaja yang kami tumpangi itu jalan sedikit jauh, yah, sudah sampai di Jembatan Layang Pesing.

Saya melihat kalau sinar itu matahari itu menuju ke arah kami, karena pada saat itu ia duduk tepat di dekat jendela. yah, dia kepanasan, itulah yang saya lihat. akhirnya saya tegur dia untuk pindah tempat. yah, akhirnya kami bertukaran tempat duduk.

Terus dia sempat bertanya pada waktu itu, kalau tidak salah pertanyaanya itu seperti ini:

“Kenapa mau tukaran?”

yah, pertanyaanya seperti itu, tapi saya hanya menjawab:

“Hanya suka aja duduk disini”.

yah, itulah awal percakapan.

Setelah itu kami terdiam beberapa menit sebelum kopaja yang saya tumpangi itu lebih dekat dengan kampus dimana saya kuliah. setelah itu saya berpikir, sepertinya inilah saatnya saya harus belajar untuk berkenalan dengan seorang gadis, ditolak dan diterima itu udah biasa, itu harus diterima. intinya aja adalah saya harus berani. masa’ sahabat-sahabat saya bisa kok saya tidak ( Yah, pikir saya seperti itu ).

Akhirnya saya memulia sebuah topik, yah, berkenalan tapi tidak Langsung ( Direct ). yah, saya mulai basa-basi sedikit.

Pertama yang saya tanya itu adalah “Apakah angkot yang saya tumpangi nanti itu akan berputar ke arah Central park?”.

yah, sebenarnya saya udah tahu, tapi sengaja aja, biar bisa berbicara aja.

Setelah itu ia menjawab, “Ia, angkotnya nanti muter”.

yah, setelah itu bericara lama gitu, yang pasti ia jelasin kalau dia itu sekarang udah kelas 3 SMA, yah, baru pelulusan. Sekarang mau Masuk UI di jurusan Arsitek. yah, ia menempuh Jalur Bidikmisi (Katanya).

Saya tidak terlalu berpikir ke arah jauh, intinya aja saya belajar untuk percaya aja atas apa yang ia katakan. yah, mungkin seperti itu.

Setelah itu, saya mencoba untuk bertanya Namanya. yah, dan katanya kalau namanya itu adalah “AMAL”. yah, Amal.

Yah, setelah itu, kita berbicara beberapa menit lagi, karena sementara macet juga di depan kampus. setelah berbicara agak lama, saya mencoba untuk meminta contact-nya.

yah, setelah itu dia seperti terlihat mau mengambil HP-nya yang berada di saku tasnya, tapi tidak jadi. yah, “sepertinya ada sesuatu”.

Mungkin dia takut kali’ yah, lihat orang timor, soalnya mukanya itu tidak seperti biasa.

yah, takut ditagihi Hutang (haha, Just Kidding ). yah, setelah itu ia menulis contactnya di HP saya. yah, terlihat seperti itu.

Setelah itu saya sengaja, bertanya kembali dengan benar-benar menyimpan nomor HP-nya itu. yah, saya bertanya ini benar kan nama kamu “Amal?”, saya simpan yah.

yah, setelah itu dia hanya terlihat diam gimana gitu, yah, ia tidak bicara selama itu hingga saya sampai di kampus tempat dimana saya kuliah. yah, setelah itu saya pamit dan permisi untuk turun.

Setelah sampai di Kampus dan Pulang, saya mencoba untuk Missed Call nomor yang di kasih, tapi sayangnya nomor itu tidak digunakan. yah, ternyata nomor yang dia kasih itu salah, saya tidak tahu apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. yah, tapi untung aja dia tidak kasih nomor orang-orang penting, dimana kalau saya missed call, bisa mengganggu mereka dan tentunya akan membuat mereka marah.

yah, untung aja.

Dari situs sempat berpikir, kalau memang ia sengaja untuk memberikan nomor yang salah, maka disitulah perbedaan antara saya dan dia. yah, perbedaanya adalah

“Saya berbohong untuk ingin mengenalnya, tapi dia berbohong karena tidak ingin mengenal saya”.

yah, mungkin itulah perbedaan antara saya dan dia pada waktu itu. hingga akhirnya saya sih biasa-biasa aja, intinya adalah udah berani berkenalan dengan orang baru yang bukan sama-sama Orang Timor dengan saya (soalnya kalau sama-sama orang timor mah, udah biasa berkenalan disana dan disini ).

Yah, mungkin itu cerita saya dari pengalaman pertama berkenalan dengan seorang gadis.

Pelajaran penting dalam hidup. Sekian dan salam buat catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.