Senyuman Respect

Kali ini saya ingin bercerita mengenai senyuman respect. yah, ini sengaja saya namakan senyuman respect, karena senyuman ini keluar dengan secara langsung ketika melihat orang lain terseyum kearah pemberi senyum.

Kejadiannya tadi, tepat pada saat mau berangkat ke Kampus.

Sama seperti biasa, karena sekarang sudah bisa naik kereta, jadi sekarang ke kampusnya naik kereta. sekitar pukul 9 lewat sedikit, saya berangkat ke stasiun kereta api. setelah sampai disana, ternyata saya selisih beberapa menit dengan kereta yang telah berangkat ke arah tempat tujuan saya.

yah, jadi mau tidak mau yah harus nunggu kereta selanjutnya.

setelah itu saya duduk menunggu kereta selanjutnya, tiba-tiba ada 2 saudara saya yang datang dan mau berangkat ke tempat yang satu arah dengan tempat tujuan saya.

setelah itu, kami tunggu beberapa menit hingga keretanya datang. setelah datang, kami menaikinya.

sama seperti biasa, karena keretanya sudah penuh, akhirnya kami berdiri tepat di depan pintu ( kira-kira 1 meter lah dari pintu ). setelah itu, di stasiun berikutnya ada seorang kakek-kakek yang hendak menaiki kereta tersebut.

kakek-kakek ini berdiri tepat di depan saya, tepat diantara saya dan saudara saya yang satunya. setelah sudah sampai di tempat tujuan saudara saya, mareka mau turun. tapi sebelum turun saudara saya memberikan senyum kemudian mau pamit buat turun.

karena kakek-kakek tadi tepat di depan saya lagi berdiri, akhirnya secara spontan kakek-kakek itu tersenyum dan menegur saudara saya seolah-olah ia yang di tegur.

haha, dengan sangat tenang saya mengeluarkan senyuman pendek karena terasa lucu aja.

yah, mungkin seprti itu.

saya adalah orang tidak suka senyum sama orang yang tidak dikenal atau orang baru, kalau mereka yang tidak deluan maka saya juga tidak akan melakukan hal tersebut.

tapi setelah melihat kisah ini, akhirnya saya sadar bahwa ternyata selama ini banyak ( tidak banyak tapi ada ) orang yang ada disekitar kita yang walaupun mukanya seperti cuek, tapi kalau kita berikan senyuman, pasti ia akan membalasnya juga.

yah, mungkin seperti itu.

jadi, inti dari catatan ini adalah janganlah mahal-mahal apa lagi terlalu mahal untuk memberikan sebuah senyuman kepada orang lain, karena senyuman adalah sapaan kecil kalau kita nyaman berada diantara mereka.

mungkin seperti itu, sekian dan salam buat catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.