Surat Untuk Yang Di Depan

Kali ini saya ingin menulis sebuah surat untuk yang berada di depan yang dengan selangkah lagi, semua itu akan datang. yah, ini adalah catatan yang sempat ku catat, ketika sementara belajar. Sama seperti biasa, saya adalah orang yang suka berimajinasi ketika yang lain lagi serius. saya tidak tahu kenapa dan saya tidak ingin untuk tahu mengapa. inilah surat untuk yang didepan.

Buat, Yang Di depan

Mungkin tak ada kata yang dapat diucapkan, karena kata tak akan mampu untuk menjelaskan apa yang aku pikirkan saat ini, kata tak akan mampu untuk mewakili apa yang aku inginkan saat ini, dan kata juga tak akan mampu untuk memberikan apa yang sebenarnya ingin aku berikan, karena kata hanya sebatas kata, tidak lebih dari itu.

Diam adalah jalan terbaik yang sekaligus merupakan bahasa sederhana dan yang paling sederhana yang dapat mewakili apa yang benar dan sebenar-benarnya yang aku ingin katakan.

Jakarta, 11 November 2015

Titus Sutio Fanpula

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.