2 Dimensi Mimpi – Cerita Mimpi

Kali ini aku ingin menulis tentang 2 Dimensi dari mimpi yang baru aku lewati beberapa hari yang lalu. Ya, karena mimpi ini sedikit menarik sebab berhubungan dengan dimensi dari sebuah mimpi, maka dari itu aku ingin menuliskannya disini.

2 Dimensi Mimpi – Jakarta, 30 November 2019

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 26 November 2019, aku terbangun dan teringat akan mimpi ini. Ya, mimpi dimana aku memasuki 2 dimensi dari mimpiku sendiri, bahasa sederhananya ialah aku bermimpi di dalam sebuah mimpi.

Awal ceritanya aku berdiri di sebuah tempat, ditempat itu aku melihat seseorang yang sedang berdiri, aku tidak mengenalnya, sama sekali tidak. Ini adalah cerita dari dimensi mimpiku yang kedua.

Banyak hal yang diceritakan disini dan yang bercerita ialah orang yang aku lihat tersebut.

Seingatku dengan jelas ialah ketika aku melihatnya, aku juga seperti melihat suasana langit dengan matahari yang kira-kira sudah memasuki tepat pukul 3’an sore, waktu bukan di waktu sekarang, tapi tepat seperti waktu tahun 2000’an ke bawah.

Yah, itulah suasana langit yang aku lihat ketika aku mendengar dan memperhatikan orang tersebut yang sedang berbicara tentang sesautu yang banyaknya sudah aku lupakan atau aku sama sekali tidak mengingatnya.

Yang teringat jelas dan yang diceritakan tentang orang ini ialah ia menceritakan tentang Tuhan.

Setelah itu ia juga bercerita tentang Abraham, ya, ia bercerita tentang Abraham dan apa yang disembah oleh Abraham.

Katanya orang ini: “Semoga yang aku ingat ini tidaklah salah” – Abraham salah dalam menyembah. Katanya saja seperti itu.

Aku tidak tahu, semoga ini adalah ingatanku yang salah atau ya, ini hanyalah sekedar cerita mimpi. Mungkin seperti itu.

Setelah itu aku tersadar dan yang aku ingat ialah Aku menangis ketika orang tersebut bercerita dan ketika aku sadar aku masih menangis.

Dalam sadar ini, aku bercerita kepada Ibuku tentang mimpi yang baru aku lewati, tentang cerita tersebut dan tentang waktu dimana aku menangis dalam mimpi itu dan ketika aku terbangun aku juga masih menangis (“Air mataku ada”).

Itu yang aku ceritakan kepada ibuku ketika aku terbangun di dimensi mimpiku yang pertama atau ketika aku meninggalkan dimensi mimpiku yang kedua. Ya, setelah itu banyak juga yang aku lakukan disini, tapi itu tidaklah terlalu penting, aku juga tidak terlalu mengingatnya.

Setelah itulah barulah aku terbangun dalam dunia nyataku, dunia dimana tempat aku menuliskan catatan ini. Ya, mungkin seperti itu.

Itulah 2 Dimensi dari mimpi yang baru aku lewati beberapa waktu yang lalu.

Yah, namanya juga mimpi, kadang ada-ada aja keanehannya. But, apapun itu, biarlah tertulis dahulu. Entah apakah semuanya itu berkaitan dengan mimpi-mimpi sebelumnya atau yang akan datang, nanti bisa dibaca kembali dilain waktu yang akan datang.

Sekian dan salam buat cerita mimpi ini.