Cerita 4 Dimensi Mimpi

Kali ini aku ingin menceritakan tentang sebuah cerita dari 4 dimensi mimpi yang baru saja aku lewati semalam, ya, sebuah cerita yang sangat mengagumkan, karena setelah saat terakhir yang lalu aku melaluinya, setelah sekian lama aku baru melaluinya lagi.

Cerita 4 Dimensi Mimpi – Jakarta, 29 Desember 2019

Semalam aku tertidur tepat pukul jam 4’an, karena susah tidur jadi aku memutuskan untuk meng-explore bagaimana cara menginstall dan menggunakan server Nginx pada Ubuntu LTS 16.04 Server di AWS EC2 dan menginstall React di sana.

Setelah tertidur barulah aku melalui mimpi yang mengagumkan ini. Cerita dari 4 Dimensi dari sebuah mimpi.

Semalam aku tertidur dan aku melewati banyak sekali mimpi, tapi dari sekian banyak mimpi yang aku lewati ini, aku sama sekali tidak terlalu ingat detail dari ceritanya, selain dari yang memasuki 4 dimensi dari cerita mimpi ini.

Aku sadar pertama kali dalam dimensi mimpiku yang kedua, yang mana dari dimensi mimpiku yang kedua ada 3 orang yang selalu ada di dekatku, 3 orang ini terdiri dari 2 pria dan 1 lagi wanita.

Di dalam mimpi aku mengenal mereka, mereka 3 ini bersaudara dan yang paling kecil adalah yang wanita, ya, dia adalah yang paling bungsu. Aku tidak tahu kenapa aku bisa bersama mereka, tapi yang jelas itu punya cerita.

Di dalam dimensi mimpi yang kedua, aku adalah penjelajah dari dunia mimpi, dimana aku memasuki banyak sekali dimensi mimpi yang ketiga, yang artinya aku bermimpi di dalam dimensi mimpiku yang kedua.

Satu yang aku ingat juga dari dimensi mimpi yang ketiga yang aku masuki adalah tempat dimana aku bekerja sekarang, orang-orangnya terlihat di sana dan ada sebuah cerita di sana, setelah itu aku sadar di dimensi mimpiku yang kedua.

Banyak dari dimensi mimpiku yang ketiga yang aku lewati dan yang tidak aku sadari, hingga akhirnya aku memasuki sebuah dimensi mimpi yang ketiga dan itu yang terakhir kali dari dimensi mimpi ini.

Setelah aku memasukinya, di dalam dimensi mimpi yang ketiga ini aku memasuki lagi dimensi mimpi yang keempat, dimana dalam dimensi mimpi yang keempat ini, aku sadar bahwa aku sementara bermimpi (“Lucid Dream”).

Ya, aku sadar di dimensi mimpiku yang keempat, ketika aku sadar bahwa ini hanyalah mimpi, aku mencoba untuk mau mengubah semua yang ada disekitarku, memanfaatkan kekuatan dari Lucid Dream (“Karena kalau Lucid Dream, kita bisa melakukan apa saja”) dan aku merasa bahwa aku benar-benar berada di dunia mimpi dan benar-benar sadar di dalamnya.

Di dimensi mimpiku yang ketiga, aku jauh dari ketiga orang ini, tapi mereka ada di sana untuk mengawasiku.

Satu yang aku tahu ialah ketika aku memasuki dimensi mimpiku yang keempat dan sadar di sana, tubuhku berdiri jauh dari mereka di dimensi mimpiku yang ketiga tapi kedua pria ini ternyata mengawasiku, mereka diperintahkan oleh adiknya yang bungsu untuk menjagaku tetap hidup dan membawaku kembali ke dimensi mimpiku yang kedua.

Ada sesuatu yang telah ditanamkan oleh adiknya yang bungsu atau wanita ini ke dalam jantungku, jadi sekalipun aku pergi tanpa mereka ketahui dan dimanapun aku berada, wanita ini masih bisa melihat keberadaanku.

Hingga akhirnya ketika aku sadar di dimensi mimpiku yang ketiga, aku sadar bahwa aku sementara berada dalam 2 dimensi waktu dari sebuah mimpi yang berbeda, yaitu dimensi mimpi yang ketiga dan yang keempat, aku membuat diriku di dimensi mimpi yang ketiga seolah-olah jantungku telah berhenti.

Aku membuat diriku seolah-olah aku sudah tidak berdaya, tapi aku g’ tahu apa-apa tentang apa yang telah ditanamkan oleh wanita ini ke dalam jantungku, karena ia merasakan apa dirasakan tubuh ini tanpa diketahui bahwa aku pura-pura atau benar-benar itu terjadi.

Ketika tubuhku mulai melemah dan seolah-olah tidak berdaya, si wanita ini menyuruh saudaranya untuk membawaku pulang ke dimensi mimpiku yang kedua dan saudaranya yang 2 orang itu  menemukanku dan aku mengatakan kepadanya bahwa aku hanya sengaja melakukannya, membuat diriku lemah di dimensi mimpi yang ketiga.

Setelah itu aku dibawa pulang ke dimensi mimpi yang kedua dan di dalam dimensi mimpi yang kedua ini aku melihat mereka 3 orang yang sementara berdiri.

Aku merasa bahwa mereka ini sangat menyayangiku, terlebih lagi wanita yang bungsu ini. Akhirnya aku memegang kedua tangan (“bersalaman”) 2 pria ini dan memeluk mereka, setelah itu aku memegang tangan si bungsu ini dan mencium kepalanya.

Ya, aku melakukannya untuk berterimakasih pada mereka, karena selama aku berada di dalam dimensi mimpiku yang ketiga atau selama aku melalui dimensi mimpiku yang ketiga, meraka selalu ada di sana untuk mengawasiku dan bila ada sesuatu yang terjadi, mereka bisa membawaku kembali ke dimensi mimpiku yang kedua.

Setelah itu kami berjalan pulang dan saat itulah aku sadar di dimensi mimpiku yang pertama. Satu yang aku ingat ialah aku telah melewati mimpi yang mengagumkan ini, mimpi dimana aku memasuki dimensi dari sebuah mimpi.

Aku tidak ingat bahwa itu adalah dunia mimpiku juga, hingga akhirnya aku benar-benar tersadar sekarang dan menuliskan cerita mimpi ini disini. Dan inilah dunia nyataku atau dimensi 0 dari dunia mimpi.

Ya, itulah cerita 4 Dimensi mimpi yang baru saja aku lewati. Aku pernah melalui 4 Dimensi mimpi tapi waktu itu Tuan ku yang membawaku kesana, 4 dimensi mimpi dari titik-titik kesalahn yang aku buat di kehidupanku yang sekarang dan yang harus aku pertanggungjawabkan.

Sedangkan untuk wanita ini, aku pernah memasuki dimensi mimpi yang kedua dari dunia mimpi seorang wanita, dimana aku tertidur dan wanita tersebut membawa aku ke dalam mimpinya,  ke dalam dunianya 3 kali berturut-turut.

Menjalani dan ia menunjukkan sesuatu di dalam dunianya, tapi sebenarnya ia membawaku ke dalam mimpinya.

Ya, 3 kali berturut-turut, ia membawaku ke dalam dimensi mimpi yang kedua atau dunianya dan membawaku kembali ke dimensi mimpiku yang perama. Aku tidak tahu apakah ini wanita yang sama aku tidak tahu. Tapi ya “Kayakya”.

Ya, mungkin itulah cerita dari 4 dimensi mimpi yang baru saja aku lewati hari ini. Sebuah cerita mimpi dari seorang pemimpi dan tidak ada yang lebih daripada itu.

Sekian dan salam untuk catatan kehidupan ini.