Cerita Mimpi: Ilmu dari Seorang Kakek

Kali ini aku ingin menulis cerita mimpi tentang ilmu dari seorang Kakek, dimana ini adalah mimpi yang pernah terlewati dalam tidur panjangku. Sebenarnya ini tidak terlalu penting, tapi itulah aku, aku lebih suka untuk menulis sesuatu yang tidak penting, karena biar tidak dilupakan nantinya, sebab sesuatu yang tidak penting itu, terkadang mudah untuk dilupakan.

Cerita Mimpi: Ilmu dari Seorang Kakek

Ibuku dulu pernah bercerita tentang Kakek ku, tapi Ia adalah saudara dari Nenek Kandungku. Ya, Mungkin seperti itu. Kakek ini memiliki inisial M, dan seorang kakek, biasanya kami panggi Bai. Kakek ini memiliki Ilmu yang sangat hebat katanya, dimana salah satu ilmu yang paling bagus menurutku ialah jika ia ingin pergi ke Pulau Kupang (kami tinggalnya di pulau Alor ), maka ia tidak perlu lagi menggunakan kapal atau pewasat, akan tetapi langsung menghilang, dimana katanya sekejap mata langsung sudah berada di pulau kupang, begitu pula kalau mau ke Alor.

Ibuku Bercerita seperti ini:
Suatu ketika mereka mau pergi ke Kupang, Ibuku (Pada waktu itu beliau belum menikah) dan nenekku, termasuk Kakek ku yang memiliki ilmu ini. yah, kakek ku ini menyuruh agar ibuku dan nenekku sekeluarga deluan menggunakan kapal, nanti ia akan menyusul. Yah, setelah mereka sampai di kupang, ternyata Kakekku ini sudah ada disana delua, begitu pula ketika ia ingin memakan siri pinang, ada kapur yang katanya ia lupa, setelah itu ia kembali, dan setelah kembali, beberapa waktu kemudian ia balik lagi dengan membawa kapurnya.

Mungkin seperti itu, pokoknya banyak sekali Ilmunya, baik itu ilmu yang baik mupun ilmu yang jahat.

Aku sering berkata kepada Ibuku, dan percakapannya itu seperti ini:

aku: Coba Mama dulu minta obatnya Kakek. yah, setidaknya obat menghilang lah, supaya kalau mau ke Amerika na tinggal tutup mata saja su sampai.

Ibuku: Mama dulu sudah minta, tapi kakek bilang jangan, tidak baik untuk perempuan, apalagi kalau obat terbang, nanti kalau sampai di awan katanya, kalau bertemu laki-laki sudah tidak bisa turun lagi.

aku: Yah, setidaknya bilang toh, tanam di mana kah, entah di bawah pohon pisang atau dimana lah, supaya kalau Mama pung anak laki-laki ada na tinggal pi ambil saja toh.

Ibuku: Tidak bisa e, itu bukan barang sembarang jadi taru sembarang begitu. lagian dulu Mama tidak berpikir begitu jadi.

Aku: yah, kalau tidak mungkin titus kalau mau pi Jakarta na tinggal tutup mata saja tuh.

Setiap kali ada percakapan tentang Kakekku ini, maka aku selalu saja mengatakan kata yang sama, seolah-olah sangat disayangkan begitu.

Tiba-tiba pada suatu malam, aku bermimpi, malam ini adalah malam ketika aku sudah di Jakarta. Mimpi bahwa kami sedang berjalan ramai-ramai, dimana ada aku dan seorang kakek tua yang berjalan disampingku. Kakek ini katanya adalah kepala atau orang tertua dari rombongan ini, dimana kalau dalam suku, dapat dikatakan sebagai kepala suku.

Katanya ia memiliki sesuatu, dan aku meminta tapi tidak untuk dipake selamanya, dalam hal ini adalah meminjam saja, setelah itu ia berikan barang tersebut kepadaku, katanya semuanya ia berikan kepadaku, setelah itu aku inginn mencoba menggunakan barang tersebut kepada seorang anak kecil yang pada waktu itu tepat berjalan didepanku, tapi kakek tersebut mengatkan kepadaku bahwa jangan digunakan begitu, nanti kena itu anak kecil. Setelah itu, aku tidak jadi menggunakannya.

Kemudian aku ingin mengembalikan barang tersebut kepada kakek itu, setelah itu kakek itu terlihat seprti marah kepadaku, terus percakapan kami seperti ini:

Kakek: kenapa tadi diminta?
Aku: Saya tadi tidak minta, hanya pinjam saja.

Dengan rasa kesal kakek tersebut mengambil barangnya yang telah ia berikan kepadaku, setelah itu ia berkata:

Kakek: Kamu harus mencari orang tua (orang-orang tua atau orang yang sudah tua) untuk mengeluarkan sesuatu yang telah ada dalam tubuh kamu.

Maksudnya adalah ada obat yang sudah menyatu dengan tubuhku, dan hanya orang tua yang memiliki obat yang bisa mengeluarkannya, dan katanya aku harus mencari orang tua tersebut.

Yah, setelah mendengar kata tersebut, kami berjalan terus, dan dalam perjalanan aku sudah tidak tahu cerita mimpi ini lagi, yang jelas aku sudah terbangun.

Mungkin seperti itu cerita mimpi kali ini, sekian dan salam buat cerita ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.