Kakek Yang Sama – Cerita Mimpi

Kali ini aku menceritakan semua mimpi-mimpiku yang didalamnya terdapat seorang kakek-kakek, saya tidak tahu kakek-kakek ini siapa, tapi yang jelas, dibeberapa mimpi, aku melihat kakek ini, aku yakin ini adalah kakek yang sama yang muncul secara berulang, tapi aku tidak tahu, apakah itu benar atau tidak. Oleh sebab itu, kali ini aku ingin merangkum semuanya dalam catatan ini tetang kakek tersebut.

Kakek Yang Sama – Jakarta, 24 Juni 2017

Aku pernah berada dalam sebuah ruang mimpi, ruang mimpi yang mungkin indah tapi aku tidak tahu, apakah makna tersebut seindah mimpi ini atau tidak, tapi inilah cerita mimpi tentang kakek-kakek itu.

Aku tidak tahu mana yang deluan dan mana yang kebelakang, karena saking banyaknya mimpi, aku jadi lupa tapi inilah yang pertama ingin aku ceritakan:

Cerita Mimpi Yang Pertama: Berada Diatas sebuah Kapal

Aku pernah bermimpi berada dalam sebuah kapal, aku tidak tahu kenapa aku bisa sampai kesini, tapi yang jelas di kapal ini, aku melihat seseorang yang sudah agak tua atau orang tua lah atau kakek-kakek seorang diri yang lagi duduk didepan sebuah api untuk menghangatkan tubuh.

Yah, itulah yang aku lihat pada waktu ini.

Setelah itu aku mencoba mendekati pintu untuk mau membuka pintu dari kapal tersebut, akan tetapi kakek-kakek itu berkata kepadaku bahwa:

Pintu itu jangan dibuka, sebab Tuhan sendirilah yang menutupnya“.

Yah, aku mendengar kakek-kakek itu berkata demikian, setelah itu aku tidak jadi untuk membuka pintu tersebut, dan aku mencoba untuk melihat keluar dari sela-sela dinding kapal itu dan yang aku lihat pada waktu itu ialah sebuah kapal yang kami naiki ini sedang terapung diatas air, airnya semakin naik dan yang terlihat hanyalah pucuk-pucuk pohon ( airnya telah sampai di pucuk dari pepohonan ).

Setelah itu, aku lupa apa yang terjadi.

Cerita Mimpi Yang Kedua: Diberikan Sebuah Kitab Kecil

Aku pernah berada dalam sebuah ruang mimpi, dimana dalam ruang mimpi ini, kami ada beberapa orang membentuk setengah lingkaran mengelilingi seseorang yang lagi duduk ditengah-tengah kami yang memiliki beberapa kita yang berada ditangannya.

Aku tidak tahu orang ini siapa, tapi yang jelas yang aku tahu, ia terlihat seperti seorang kakek-kakek atau orang tua dan kitab yang berada ditannya akan diberikan kepada mereka yang mampu menebak sebagian isi dari kitab tersebut.

Yah, setelah itu aku menutup mata dan ada semacam cahaya putih yang menyambar mata ini, dan aku mengatakan beberapa kalimat, yaitu:

Mengalir Seperti Air, Tinggi Seperti Bintang, Sama Seperti Musa“.

Aku tidak tahu makna atau arti dari kalimat ini apa, karena aku memiliki keterbatasan untuk mengartikan arti mimpi, tapi yang jelas setelah aku mengatkaan seperti itu, ternyata kata yang aku ucapkan itu benar adanya, hingga akhirnya sang kakek tersebut mengambil sebuah kitab kecil dan diberikan kepada ku, tepat pada waktu yang sama, aku menerimanya dan setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi.

Itulah cerita mimpi tentang kakek-kakek yang kedua.

Cerita Mimpi yang Ketiga: Melawan Iblis

Cerita mimpi yang ketiga ini aku sudah lupa judul dan link nya apa, tapi aku pernah berada disebuah ruang mimpi, dimana dalam ruang mimpi ini aku diperlihatkan melawan iblis. yah, aku melawan iblis, dan yang menjadi wasit antara aku dan iblis tersebut ialah kakek tua ini.

Aku sama sekali tidak tahu, siapa kakek tua ini, tapi yang jelas ia sering ada di sebagian mimpiku yang terkadang benar-benar sebuah mimpi yang kalau mau dibilang adalah mimpi yang begitu mengagumkan.

Yah, kakek tua ini menjadi wasit atas kami. Aku pernah menantang iblis dalam mimpi ini untuk menggerakkan matahari, akan tetapi kakek tua itu mengatakan kepadaku bahwa:

Belum saatnya engkau melakukan itu“.

Hingga akhirnya ia membawa kami ke sebuah tantangan yang lain, yaitu meyakinkan bulan. Dimana kami dibawah berdiri tepat didepan dari sebuah bulan yang sedang bersinar dengan terang, dibulan tersebut terdapat beberapa tanda ceklist, siapa yang bisa meyakinkannya maka ia akan mendapatkan ceklist yang banyak dan akan menjadi pemenangnya.

Yah, cerita mimpinya seperti itu dan sang kakek tua tersebut berdiri agak jauh untuk menyaksikan aku dan iblis dalam meyakinkan bulan, siapakah yang akan jadi pemenangnya. Yah, setelah itu iblis tersebut melakukannya dan akupun juga demikian.

Dan intinya disini ialah bukan tetang cerita ini, akan tetapi tentang si kakek tua ini, aku tidak tahu siapa dia, karena ia tak pernah bercerita kepadaku, tapi yang jelas dari mimpi yang bagus ini, semoga memiliki arti yang baik. Amin.

Mungkin itulah cerita mimpi yang memiliki kakek yang sama ( itulah yang terpikir olehku ), dan ada cerita mimpi yang lain tetang kakek tersebut, tapi aku udah lupa, nanti di lain waktu jika aku telah mengingatnya, aku akan melanjutkan catatan mimpi ini.

Sekian dan salam buat cerita mimpi ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.