Ketika Aku Diserang – Cerita Mimpi

Kali ini aku ingin menulis tentang sebuah cerita mimpi ketika aku diserang oleh sesuatu yang tidak dapat aku katakan di awal cerita ini. Yah, ini merupakan cerita mimpi yang ingin kutulis sebagai bagian dari cerita yang pernah aku lewati dari tidur panjangku.

Ketika Aku Diserang – Duripoku, 31 Desember 2017

Di beberapa waktu yang lalu, aku sempat bermimpi bahwa aku diserang oleh sesuatu yang membuat aku terjatuh dan hampir pinsan. Yah, inilah ceritaku:

Aku bermimpi sedang berjalan bersama seseorang (“Kalau tidak salah ia temanku”), akan tetapi aku tidak sempat melihat wajahnya. Dalam perjalanan yang kami lewati, aku melihat keatas langit, yang terlihat ialah ada seekor burung hitam yang mau datang untuk menyambarku.

Sementara ia terbang ke arahku, aku sama sekali terlihat sedikit takut, tapi aku percaya bahwa: “Aku punya Tuhan Yesus”, hingga akhirnya aku sama sekali tidak berlari tapi masih berjalan seperti biasanya aku berjalan, berjalan dengan santai tapi mataku tetap tertuju pada burung itu.

Burung hitam itu ketika mau menuju ke arahku, ia terbagi menjadi 2 burung yang sama besar dan memiliki warna yang sama. Yang seekor terbang di atas dan yang seekornya lagi turun dan menyambarku. Yah, setelah ia menyambarku, aku terjatuh tepat didepan sebuah rumah yang akan kutujui.

Setelah aku terjatuh, aku tidak ingat pasti, tapi yang jelas ada yang membawaku masuk ke dalam Rumah itu. Yah, setelah itu, di dalam Rumah tersebut ada seorang wanita dan ada beberapa orang di sana, tapi aku sempatĀ  mendengar wanita tersebut berbicara kepadaku bahwa:

“Orang yang melakukannya akan buta, agar dosanya dapat diampuni”.

Yah, setelah wanita tersebut mengatakan demikian, Ibuku langsung mengatakan bahwa:

“Ia tidak mau bila dosa orang tersebut diampuni”.

Yah, setelah cerita mimpi ini berakhir, akhirnya aku terbangun dari tidur panjangku.

Setelah aku terbangun, aku langsung menceritakan cerita mimpi ini kepada Ibuku, akan tetapi ia hanya terdiam dan mendengarkannya sebagai seorang pendengar yang baik. Yah, itulah yang terjadi.

Hingga saat ini, ketika artikel ini ditulis, inilah yang terpikirkan olehku tentang cerita mimpi ini:

Aku tidak tahu siapa wanita ini, sampai berani mengatakan bahwa: “Dosa orang tersebut dapat diampuni jika ia buta”. Yah, kenapa ia bisa mengatakan demikian? Apa yang ia ketahui? bukankah hanya Tuhan yang dapat dan bisa mengampuni dosa setiap manusia?

Yah, setelah itu, barulah aku terpikir tentang nenek-nenek yang mengingatkanku dalam: Cerita Mimpi: Tanpa Judul, apakah mereka sama atau berbeda, kenapa mereka memiliki maksud dan tujuan yang sama.

Sekian dan salam buat cerita mimpi ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.