Kiamat – Cerita Mimpi

Kali ini aku ingin menceritakan tetang kiamat, sebuah cerita dari cerita mimpi yang pernah aku lewati beberapa waktu lalu. Mungkin ini tidak terlalu penting, tapi seperti biasa, penting atau tidak, itu bukanlah hal yang terpenting, intinya aku harus menulisnya agar dapat kubaca kembali di lain waktu yang sedikit berbeda.

Kiamat – Duripoku, 4 November 2017

Beberapa hari yang lalu aku bermimpi tentang kiamat, walaupun cerita ini tidak terlalu panjang, tapi dari sekian banyak mimpi yang aku lewati waktu itu, hanya ini yang membuatku sedikit khawatir akan hari akhir, beda dengan cerita kiamat sebelumnya, dimana pada cerita sebelumnya, kiamat yang terjadi tidak mengingatkanku akan pelanggaranku, karena aku tahu aku tidak melakukannya, beda dengan sekarang, aku sangat khawatir, karena aku berdosa.

Dalam cerita mimpi kiamat kali ini, satu yang aku lihat pada waktu itu:

Aku berdiri, kalau tidak salah, aku bersama dengan seseorang (“Dia temanku kalau tidak salah”). Ia diatas motor dan aku dibawah, kami sepertinya lagi bercerita. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang sedikit berbeda, dimana tepat aku melihat ke atas langit, bintang-bintang yang begitu banyak bergeser menjadi 2 bagian besar yang berpisah, yang sebagian lari ke timur dan yang sebagian lari ke barat.

Setelah itu, yang terlihat pada waktu itu setelah kedua belah bintang yang berpisah menjadi dua kelompok ini, meninggalkan sebuah bekas atau jejak, dimana yang terlihat ialah langit tanpa bintang, tepat diatas kepalaku. Langitnya cerah bahkan tanpa awan.

Bintang-bintang yang telah berpisah ini, tiba-tiba semuaya jatuh, dan disitulah aku tahu bahwa hari sudah mau kiamat. Yah, itulah yang membuat aku takut, karena aku tahu, kiamat sudah datang. Setelah itu, aku tidak tahu apa yang terjadi, yang jelas setelah kejadian itu, aku tersadar.

Jujur, aku tidak tahu arti dari mimpi ini apa, satu yang aku pikirkan saat ini ialah baik atau buruk dari cerita mimpi ini, aku tak peduli, aku hanya percaya pada Tuhan yang aku percayai, walaupun aku sering membuat-NYA kecewa, kalau memang itu yang terbaik dari-NYA, aku pasti akan terima. Yah, itu pasti,

Mungkin itulah cerita mimpi hari kemarin yang belum sempat aku tulis dalam blog ini, semoga catatan ini dapat kuingat kembali dilain waktu yang sedikit berbeda.

Sekian dan salam buat cerita mimpi hari kemarin.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.