Masa Depanku Dalam Mimpi

Kali ini aku ingin menulis tentang masa yang ada berada didepanku yang terkadang aku temukan dan lihat dalam semua mimpi-mimpiku yang terkadang tak kunjung berhenti disetiap menit dan detik malamku ketika tubuhku terbaring lemah diatas tempat tidurku.

Masa Depanku Dalam Mimpi

Aku pernah berada disebuah mimpi, mimpi dimana terkadang aku tidak percaya terhadapnya, akan tetapi karena semua telah terjadi, akhirnya sekarang aku sedikit percaya akan kebenarannya.  Yah, mungkin seperti itu, dan inilah masa depanku yang telah kutemukan atau dapat kulihat dalam dunia mimpiku.

Mimpi yang pertama yang membuat aku percaya ialah: Aku pernah bermimpi seperti ini.

Pada saat Pak Jokowi berhasil menjadi seorang Presiden Republik Indonesia, aku bermimpi ada beribu-ribu orang banyaknya yang menggunakan pakaian serba putih yang akan mau pergi untuk mendemo Beliau, katanya.

Banyak orang tersebut, katanya merupakan sebagai besar warga Negara Republik Indonesia tercinta ini, mereka katanya ada beberapa puluh persen, tapi tak sampai 50% yang ingin untuk mendemo Pak Jokowi, karena mereka punya keinginan untuk menurunkan Beliau dari jabatannya.

Tapi sayangnya mereka tidak mampu untuk menurunkannya, karena mereka kalah jumlah dari orang-orang yang tidak menggunakan pakaian serba putih yang masih mendukung beliau dari belakang, walaupun orang-orang tersebut tidak berbuat apa-apa untuk menghadang pendemo tersebut.

Yah, secara perlahan, pendemo itu mundur dan pulang, karena mungkin mereka berharap ada perlawanan, tapi sama sekali mereka tidak mendapatkanya.

Itulah cerita mimpi yang pertama, aku tidak percaya karena aku tahu, mimpi adalah bunga tidur, tapi setelah berjalan setahun, barulah aku sadar, setelah demo besar-besar yang baru saja dilakukan beberapa bulan yang lalu, dan akhirnya aku ingat, bahwa aku sudah melihatnya jauh-jauh hari, hanya saja aku kurang percaya dengan apa yang terkadang telah aku liat tersebut.

Itu adalah cerita mimpi yang pertama, dan cerita mimpi yang kedua ialah yang baru-baru ini terjadi. Cerita mimpi yang kedua itu seperti ini:

Sebelum pencoblosan tanggal 19 April 2017, aku melihat pemilihan Umum di daerah ibukota DKI Jakarta ini, dimana katanya pada pemilihan ini, ada kecurangan yang terjadi, dan katanya semua itu sengaja terjadi.

Aku melihat bahwa ada persekongkolan antara ketua KPUD DKI Jakarta dengan orang-orang yang katanya tidak bertanggung jawab, bahwa ketua KPUD tersebut harus melakukan kecurangan, biarpun nantinya ia ditangkap, biarlah ia ditangkap, dan itu kesepakatannya, asalkan salah satu pasangan calon harus bisa menang.

Karena menurut mereka, katanya tidak apa-apa satu yang berkorban untuk semua, nanti kalau sudah ditangkap, mereka akan berusaha untuk membantunya keluar.

Yah, aku tidak tahu cerita mimpi itu maksud dan tujuannya apa, tapi yang jelas apa yang aku ceritakan ini tidak ada kata karang atau mengarang, karena itulah yang aku lihat dan itulah yang aku tulis, karena terkadang aku suka untuk menulis apa yang aku lihat.

Tapi yah, biarlah aku yang percaya bunga tidurku ini, karena inilah cerita kehidupan yang sedikit membuat aku merasakan suatu hal yang berbeda.

Dan setelah semua terjadi, akhirnya aku mengingat tentang sebuah suara yang muncul dalam tidur sadarku, yang mengatakan bahwa:

“Jika engkau percaya kepada Allah (Maafkan titus Tuhan, karena itu yang titus dengar). engkau akan melihat apa yang tidak mereka lihat dan engkau akan mengetahui apa yang tidak mereka ketahui”.

Yah, dan akhirnya aku sadar bahwa aku memang sudah tahu, tapi aku kurang percaya. mungkin dengan adanya catatan kehidupan ini, aku bisa sering membacanya dan lebih lagi belajar untuk percaya apa yang telah aku liat.

Sekian dan Salam buat catatan kehidupan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.