Melihat Yang Di Depan – Cerita Mimpi

Kali ini aku ingin menulis tentang cerita mimmpi yang lalu ketika aku melihat sesuatu yang ada di hari sesudah mimpi ini berlalu. Ya, ini merupakan cerita mimpi dan biar tidak terlewati, aku harus menulisnya untuk saat ini dan biar dinding posting ini juga tidak terlalu lama terlihat kosong.

Melihat Yang Di Depan – Jakarta, 24 Mei 2018

3 Hari yang lalu aku mendapatkan telpon dari salah satu Perusahaan yang pernah aku ikuti untuk Tes masuk kerja. Ya, Perusahaan tersebut adalah PT. INDOCYBER GLOBAL TEKNOLOGI

“Aku tidak sesuai dengan kriteria dari posisi yang aku ambil di perusahaan tersebut” – karena hasil tes yang aku ikuti sedikit mengecewakan (“Kalau yang ini aku yang bilang dan memang seperti itu”).

Akan tetapi tidak sampai disitu saja, karena dari perusahaan tersebut, saya mendapatkan penawaran lagi kalau:

“Bagaimana kalau ambil yang ini aja, kalau mau, nanti tesnya hari rabu”.

Ya, tentu mau dong. Ia, jadi aku terima aja dan kebetulan kata Beliau yang nelpon saya itu, ujiannya akan dilakukan secara online, jadi bisa dilakukan dari tempat manapun, asalkan ada laptop dan koneksi ke Internet. Kebetulan sekali, karena ini peluang, jadi harus memanfaatkan aja, setiap peluang dan kesempatan yang ada.

Setelah itu, kata Beliau informasinya akan dikirimkan via email. Ok, mungkin itu informasi singkatnya. Setelah itu ya, tinggal nunggu hari rabu aja buat tes selanjutnya untuk bidang yang ditawarkan.

Sebelum memasuki hari rabu atau tepatnya malam rabu, aku tertidur dan saat itulah mimpi tersebut datang.

“Mimpi ini sangat singkat, karena aku bermimpi sedang ujian dan melihat soal-soal yang diberikan. Seingatku ada satu soal yang sempat terlihat tapi tidak terbaca, soal tersebut lumayan panjang dan terlihat seperti cerita”.

Ya, aku bermimpi melihat soalnya tapi untung aja aku g’ “Lucid Dream”, sebab seandainya saja aku “Lucid Dream”, maka pasti aku sudah membuka semua soalnya dan melihat soalnya itu seperti apa. Hahaha, Emang, aku ini bukan orang jujur. Tidak, itu hanya bercanda aja

Ya, setelah itu datanglah hari rabu dan waktu ujiannya ya tepat jam 1 atau pukul 13:00 dan jeng-jreng, ternyata ada soal yang panjangnya terlihat sama seperti panjang soal yang aku temukan di dalam mimpiku, hanya saja ada sedikit bedanya, yaitu Online dan tidak, karena di dunia nyata, soalnya dikerjakan online dan terlihat di situs web sedangkan di dalam mimpiku, soalnya di kertas tapi yang sama ialah panjang tulisannya dan warna latar yang sama dari soal tersebut.

Ah, aku tidak tahu apakah ini masa depan atau tidak yang terlihat dalam mimpi ini, tapi hanya beberapa hal di bawah ini yang menyebabkan kita dapat bermimpi seperti itu, yaitu:

1. Kita terlalu memikirkan (“Khawatir”) tentang sesuatu, sehingga sesuatu tersebut kita temukan dalam mimpi kita.
2. Memang itu sudah bawaan dari mimpi atau memang ini adalah benar-benar mimpi yang mau menceritakan sesuatu kepada kita.

Ia, mungkin itu 2 atau adalah yang lain, aku tidak tahu. Tapi, yang jelas orang seperti aku itu terkadang tidak mau pusing dengan memikirkan sesuatu yang ada di depan (“Kalau terlalu khawatir”). Jadi, kalau yang nomor 1 itu tidak mungkin, karena aku sama sekali tidak pernah khawatir tentang ujian tersebut. Sebab modalku ialah “All Is Well”.

Yaya, mungkin seperti itu dan itulah cerita mimpi untuk hari kemarin. Sekian dan salam untuk cerita ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.