Mimpi Yang Sama

Kali ini aku ingin menulis tentang mimpi yang sama. Ya, ini adalah cerita mimpi hari ini yang baru aku lewat jam 4 – jam 5 sore waktu aku tertidur hari ini. Inilah kisah dari cerita mimpiku, agar dinding posting ini tidak kosong, jadi lebih bagus jika aku menulisnya.

Mimpi Yang Sama – Jakarta, 16 Mei 2018

Karena sedikit lelah, akhirnya aku tertidur untuk mengistirahatkan tubuh ini untuk beberapa menit, yaitu dari sekitar mau jam 4’an sampai aku terbangun jam 5 lewat 20’an. Yah, sebelum mimpi tersebut datang, aku ingin menuliskan pembukaan dari mimpi tersebut.

Sebelum aku masuk ke dalam mimpi yang sama, aku bermimpi bahwa aku sedang berada di dunia nyataku dan di dunia nyataku (“Dunia mimpi dimensi pertama”) tersebut, aku menceritakan kepada Ibuku bahwa aku telah bermimpi berada disebuah tempat dan benar, sebelum aku bercerita kepada ibuku, aku memang sudah bermimpi di dalam sebuah mimpi (“Masuk ke dimensi mimpi yang kedua”).

Yah, itulah awal cerita. Setelah itu barulah aku masuk ke dalam cerita mimpi yang sama.

Mimpi yang sama ini aku tidak tahu kenapa bisa begitu, tapi dalam mimpiku diceritakan bahwa mimpi ini pernah atau telah aku lewati, aku hanya melihat ulang cerita mimpi ini. Yah, seperti itulah yang terjadi. Cerita mimpi yang datang tadi itu seperti ini dan inilah cerita mimpi tersebut

Pertama-tama aku melihat ada sekelompok orang yang berbaris dari bawah lebah sampai ke gunung, mereka membentuk 2 baris. Sepertinya aku yang mengatur mereka, setelah itu aku turun ke bawa dan ternyata dibawa ada sedikit masalah, antara baris yang ditengah yang berada di bawah ini ada sedikit Miskom dengan semacam seorang penjaga, abis itu aku sudah tidak tahu apa kelanjutan dari cerita ini.

Setelah itu aku dibawa ke sebuah tempat, tempat ini aku melihat ada beberapa orang yang hebat atau jago, istilahnya seperti itu. Tiba-tiba aku melihat untuk perama kalinya ada seseorang yang berada di dalam sebuah lingkaran dan siapa yang bisa mengalahkan dia, maka kalau tidak salah yang menang itu akan masuk ke dalam daftar beberapa orang hebat tersebut.

Tiba-tiba ada seorang wanita yang datang menghadap seseorang yang lagi duduk di atas kursi, semacam kursi raja, dan wanita tersebut mau menantang orang yang ada dalam lingkaran ini. Pertama-tama orang tersebut yang terlihat adalah laki-laki, karena lawannya adalah seorang perempuan mungkin dan ketika seseorang yang duduk dikursi raja itu mengijinkan wanita ini untuk bertarung, akhirnya aku melihat bahwa laki-laki ini telah berubah wujud menajadi seorang wanita dan sebelum mereka menguji kekuatannya masing-masing, tiba-tiba ada seseorang lagi yang datang untuk membantu laki-laki yang berubah menjadi perempuan ini.

Yah, terlihat seperti itu. Hingga akhirnya kalau mau dibilang, sekarang posisinya ialah 2 lawan 1.

Setelah itu, aku melihat bahwa wanita yang tiba-tiba muncul untuk membantu temannya ini, di bawah sepatunya terdapat sesuatu yang tajam. Ia mencoba untuk menendang seorang wanita yang datang menantang mereka, tapi tidak pernah kena. Tiba-tiba ada semacam asap yang dikeluarkan oleh salah satu dari kedua orang ini untuk mengelabui lawannya yang seorang wanita itu, tapi ternyata wanita ini lumayan hebat, hingga akhirnya kakinya menjepit kepala dari seorang laki-laki yang telah menjadi wanita dan tangannya memegang dan mengunci leher dari wanita yang satunya, hingga akhirnya ia berhasil semacam mengalahkan kedua orang ini.

Setelah kedua orang ini kalah, ternyata mereka bukan mati, akan tetapi mereka semacam melepaskan jubah mereka, jubah yang sama sekali tidak ingin mereka gunakan, karena itu semacam jubah ikatan, sehingga ketika mereka telah terlepas, aku melihat bahwa kedua orang ini jatuh ke bawah air (“Terlihat seperi air mereka terlihat tenggelam ke bawah, hanya saja ketika aku melihat ke bawah, tampaknya seperti malam penuh bintang”) dan mereka tersenyum seolah-olah ingin berterimakasih kepada wanita yang telah mengalahkan mereka berdua. Yah, aku melihat bayangan mereka jatuh dan tenggelam, sedangkan jubah mereka tertinggal.

Setelah itu, aku tidak memperhatikan wanita yang menang ini, jadi aku berjalan ke beberapa meter disampingnya, aku berada di atas air dan airnya itu semacam bergelombang, bergelembung ke atas, jadi aku menghindar dong, karena aku tidak suka melihat seperti itu dan aku sedikit geli. Jadi aku mencari tempat yang kering untuk mengalaskan kaki, tapi tidak tahu kenapa ada terlihat semacam tempat tidur, aku mengangkat spreinya dan di bawah sprei tersebut terdapat kalungku yang tertinggal dan aku mengambilnya kembali.

Setelah itu aku tidak ingat apa yang terjadi, tapi dari mimpi ini, sepertinya cerita selanjutnya adalah lanjutan dari cerita ini. Yah, aku berdiri dipertengahan dari sebuah gunung dan dipertengahan dari sebuah gunung ini, ada sebuah pohon yang menghasilkan buah berwarna merah (“Kalau sudah masak”) dan buahnya terlihat seperti buah Apel, karena ia sedikit bulat tapi lebih besar dari buah apel, Yah, diameternya lebih besar sedikit.

Setelah itu aku melihat banyak yang mencari buah ini dan mengambilnya karena mereka ingin memberikannya kepada seseorang yang katanya adalah raja mereka (“Mungkin”). Setelah mereka pergi, aku mendatangi pohon  tersebut dan mengabil 2 buah yang matang dari pohon tersebut.

Setelah aku memegang buah tersebut, aku tahu sesuatu, sesuatu yang aku ketahui ialah buah ini dapat membawa kita ke kehidupan yang lebih baik, katanya itu adalah kehidupan selanjutnya atau kehidupan setelah ini. Yah, karena yang aku lihat ditempat dimana aku berdiri sekarang, tempatnya sudah seperti kayak tempat yang kosong dan hampir-hampir sudah mau tidak ada penghuni di tempat tersebut.

Setelah itu aku mencoba untuk memakan buahnya yang satu dan this is amazing, karena tempat dimana aku berdiri sekarang ini, terlihat berubah 360 derajat, dari tempat yang terlihat sepi dan terlihat seperti kampung kosong, berubah menjadi sebuah tempat yang sangat indah yang pernah aku lihat. Yah, tempat ini sangat indah, tapi sayangnya disini ialah bukan aku yang dijemput tapi ada seseorang yang menaiki
rubah atau kijang atau rusa melayang tersebut. Yah, rusa atau kijang atau rubah tersebut membawah orang tersebut pergi dan sekarang aku kembali ke tempat yang kosong tadi tepat di samping dari pohon itu.

Aku rasa orang tersebut adalah aku, karena aku yang memakan buah tersebut dan hanya ada aku yang berada ditempat tersebut. Aku seolah-olah melakukan sesuatu, tapi aku sendiri yang mengawasi diriku layaknya seperti sebuah film yang pemeran utamanyalah yang memegang kamera, jadi jika pemeran utamanya tertidur, maka kamera tersebut mati dan jika ia bangun, maka kamera tersebut hidup. Mungkin seperti itu.

Yah, sekalipun begitu, setidaknya aku telah melihat bahwa jika memakan buah dari pohon ini, kita akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Yah, itulah yang terlihat dan aku melihat bahwa sebuah tempat yang buruk berubah menjadi sebuah tempat yang sangat bagus ketika buah ini dimakan.

Setelah itu ada beberapa orang lagi yang datang untuk mencari buah dari pohon ini dan salah seoarang dari mereka aku kenal, wajahnya terlihat seperti wajah teman SD ku yang sekarang sudah dewasa. Yah, tiba-tiba aku melihat ada semacam hewan seperti banteng yang terlihat di atas gunung (“kami dan pohon tersebut berada di tengah gunung”) dan aku mengatakan kepadanya bahwa hewan tersebut datang dan mau menyerang.

Setelah aku mengatakan kata tersebut, mereka melihat hewan tersebut dan mereka lari kepanikan dan akupun juga demikian. Mereka berlari ke perkampungan dan aku mengikuti langkah mereka, setelah itu kami berpencar satu per satu dan aku lari terus tanpa berhenti dan hewan ini tidak berhenti, karena ia tidak mengejar yang lain, tapi ia mengejarku.

Setelah itu, aku melihat ada semacam jurang tapi rata, aku membuang diriku kesana agar aku bisa terbuang melewati tempat yang terlihat seperti jurang, tapi jurangnya tidak terlalu jurang, karena sudut yang dibentuk adalah 30 derajat. Jadi aku semacam duduk tapi bergeser sampai ke bawah dan hewan yang mengejarku tersebut sepertinya sudah terbuang dan aku g’ tahu lagi, karena aku tidak memperhatikannya.

Setelah itu, sebelum aku sampai di dasar jurang yang terlihat seperti dipinggiran sungai, aku melihat sendiri diriku terjatuh tapi dijemput sama kijang atau rusa atau rubah tadi, ia menjemputku dan aku menaiki punggungnya. Yah, sebelum aku sampai ke tanah, ia sudah terlebih dahulu menangkapku, karena ia bisa terbang.

Setelah itu aku sendiri menyaksikan diriku yang dibawah oleh kijang atau rusa tersebut.

Mungkin itulah cerita hari ini, cerita yang sangat-sangat panjang dan aku sunggu tidak mengetahui arti dari mimpi ini, tapi aku berharap bahwa semoga semua arti dari mimpi ini ialah baik adanya. Sekian dan salam buat cerita mimpi hari ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.