Perjalanan Mimpiku

Kali ini aku ingin menulis sebuah cerita tentang perjalan mimpiku yang kemarin malam sempat kulalui, sebagai bagian dari kehidupan yang pernah ku lewati, mungkin menulisnya kembali, merupakan hal yang sangat mengagumkan buatku.

Perjalanan Mimpiku – Jakarta, 28 Oktober 2016

Kemarin malam, tepat tanggal 26 Oktober 2016, aku berjalan menuju pulau mimpiku. Disana aku berdiri di sebuah tempat, dimana pada tempat itu setelah aku mau pergi jauh, Alkitab aku tinggal kan di tempat itu, aku lupa mengambilnya. yah, itulah yang terjadi, dimana aku lupa Alkitab ku yang sempat ku simpan di sebuah tempat.

Setelah itu aku berjalan cukup jauh, hingga akhirnya aku sampai di tempat, dimana aku melihat ada 3 orang teman aku ditambah aku menjadi 4 orang, bertemu dan membentuk sebuah lingkaran dan memainkan sebuah kartu. yah, ceritanya seperti itu.

Setelah itu, permainan jadi terlihat seperti agak kacau, karena ada miss komunikasi atau apalah itu, sehingga salah satu dari teman aku pergi ke sebuah tempat tepat diselokan, tepat dibawah jembatan, dan berdiri disana. Tiba-tiba salah satu dari teman saya (teman kedua) pergi ke sana, tapi dipukulinya oleh orang itu, kemudian kembali, dan yang terakhir ialah teman yang terakhir saya pergi ke sana, tapi ia dimarahi oleh orang tersebut ( teman pertama saya ), sehingga teman saya yang ketiga ini pergi mengambil sebuah balok atau kayu yang hendak mau ia gunakan untuk memukul teman pertama saya, akan tetapi dengan cepat saya berlari menghampirinya, memohon agar ia tidak memukul teman pertama saya, akhirnya dengan memohon sampai sujud sampai mencium tanah, agar teman saya ini tidak memukuli teman pertama saya.

Setelah itu, teman ketiga saya tidak jadi memukuli teman pertama saya, karena ia melihat saya memohon kepadanya sampai mencium tanah. ia datang menghampiriku dan aku merangkulnya kemudian pergi dari tempat itu. Setelah itu aku bertanya kepadanya:

Aku: Apakah engkau percaya kepada Tuhan?

Teman ketigaku: Ia, aku percaya.

Aku: kalau begitu serahkanlah ini kepada Tuhan, biarkan Ia yang membalaskannya.

Setelah itu kami kembali berjalan, yaitu antara saya dan kedua teman saya ( teman kedua dan ketiga ). teman saya bertanya, kok kamu berani yah, berjalan sejauh ini ( sejauh dari tempat awal saya ke mereka ). emang kamu tidak takut sama tempat yang seram itu ( mereka mengingatkan aku tentang sebuah tempat yang seram yang telah aku lewati dan setelah mereka mengatakannya, aku baru mengingatnya ).

Yah, itulah ceritanya, dimana aku berjalan terlalu jauh dengan sendirinya aku berani dan melupakan ketakutanku sendiri. sehingga ketika pertanyaan itu terpikirkan olehku, kami berjalan bersama-sama untuk kembali. menaiki sebuah gunung, setelah sampai pada tempat dimana aku pernah berdiri atau tempat dimana awal dari perjalananku, seseorang mengatarkan Alkitab yang aku lupakan tersebut kepadaku. Aku mengambil Alkitabku, dan memberikan upah kepada orang tersebut, sehingga ketika orang tersebut ingin mengembalikan sedikit upah yang berlebihan itu, aku menahannya dan tetap memberikan kepadanya.

Setelah itu, dalam dunia mimpiku (setengah sadar) ada yang memberitahukanku tentang 2 Pasal dalam Injil Yohanes, yaitu: Yohanes Pasal 10:12 dan Yohanes Pasal 14:12. sehingga ketika aku membacanya, aku merasa bahwa aku sudah mulai merasa.

Mungkin seperti itu, semoga arti mimpi ini selalu memberika kebaikan kepadaku dan orang-orang disekitarku atau setidaknya punya maksud yang baik. Amin.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.