Menjadi Kuat Dalam Lemah

Kali ini saya ingin menulis artikel “Menjadi Kuat Dalam Lemah”. yah, ini hanya sebatas artikel, mungkin judulnya tidak sama dengan artikel ini, karena saya juga bingung, mau menggunakan judul apa buat artikel ini. yah, sehingga judulnya ya terserah aja, yang penting bagus untuk dibaca.

Menjadi Kuat Dalam Lemah

Jakarta, 12 September 2015.

Karena sudah lama tidak menulis artikel, diakibatkan oleh sesuatu dan lain hal, akhirnya sekarang baru mau untuk menulis sedikit kata-kata buat blog ini aja, agar blog ini tidak sepi dengan tulisan.

Yah, mungkin seperti itu.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya Hari Selasa, 8 September 2015, saya mengalami sedikit musibah. yah, ini adalah musibah ( Katanya ). mengapa saya katakan ini adalah musibah? karena ini adalah sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, tapi telah terjadi.

yah, karena tidak diinginkan, makanya saya katakan ini adalah sebuah musibah.

Musibahnya adalah Laptop yang sering saya gunakan Jatuh. yah, jatuh dari meja sebuah kursi, sehingga mengakibatkan Layarnya Pecah.

“Puji Tuhan”.

Kata pertama yang sempat saya keluarkan pada waktu itu adalah “Haleluya, rusak mi laptop”. yah, itu adalah kata pertama saya.

Saya tidak tahu kenapa ini bisa terjadi, tapi sebelum ini terjadi, beberapa hari terakhir saya sempat memiliki rasa khawatir tentang layar laptop saya. yah, saya khawatir aja kalau layar ini pecah ketika naik di kereta api, soalnya penumpangnya bersesakkan.

yah, itulah kekhawatiran saya yang sekaligus merupakan do’a saya agar sesuatu yang tidak terjadi bisa terjadi. yah, mungkin seperti itu.

Walaupun pecahnya tidak di kereta api, tapi intinya adalah sekarang layarnya udah pecah. artinya yah, semua telah terkabul.

yah, mungkin seperti itu.

Berbagi pengalaman aja, ketika kejadian ini terjadi, saya tidak dapat berkata apa-apa lagi. yah, hanya diam dan g’ nyangka aja semua ini bisa terjadi. yah, tapi kalau mau dibilang stress atau pusing sih g’ juga yah. saya anggapnya ini barang biasa.

yah, saya selalu menganggap bahwa setiap kesialan kecil yang datang dalam hidup saya, itu artinya bahwa ia telah membuang semua kesialan besar yang mau datang. ( kata-kata Ibuku ).

yah, mungkin seperti itu. lagian kalau mau dibilang, masalah ini sudah banyak yang sering datang sili berganti. mulai dari kuliah dan sebagainya,

sehingga karena sudah terbiasa dengan masalah yang sering datang, akhirnya setiap ada masalah yang datang yah di anggap biasa aja.

yah, kalau mau dibilang sih istilahnya adalah sudah Kebal dengan hal-hal seperti itu ( bukan berarti menginginkan yah. tidak, hanya kalau mau dibilang sih sudah seperti itu ).

yah, sehingga bersyukur adalah jalan satu-satunya, karena kesempatan seperti inilah yang jarang datang, sehingga ketika kita belajar untuk mengucap syukur dengan keadaan, maka semuanya mungkin tidak akan baikan, tapi setidaknya kita telah menambah dinding kekebalan dalam hati dan pikiran kita.

yah, itu sih menurut saya aja. intinya adalah sebuah masalah itu merupakan sebuah kesempatan untuk belajar bersyukur dan ikhlas.

karena semua yang terjadi selalu punya tujuan. ingat, hidup adalah alasan, dan setiap kejadian selalu ada alasannya mengapa.

Mungkin sekian buat catatan kali ini. sekian dan salam

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.